Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

UEFA CHAMPIONS LEAGUE

Dibentuk               :                   1955 (menggunakan format kini sejak 1992)

Wilayah                 :                    Eropa (UEFA)

Jumlah tim           :                 32 (babak penyisihan grup) 76 atau 77 (keseluruhan)

Juara bertahan    :                Barcelona (kali ke-4)

Klub tersukses    :                Real Madrid (9 kali)

Situs Web Resmi :              http://www.uefa.com/uefachampionsleague/index.html

SEJARAH LIGA CHAMPION EROPA

Klub Klub Eropa mesti berkata merci(Terima Kasih) kepada Gabriel Hanot, dan kepada Santiago Bernabeu karena pemikiran mereka tercipta Liga Champion yang banyak mendatangkan uang bagi klub.

Gabriel Hanot adalah orang yang mengusulkan digelarnya kompetisi antar klub eropa, setelah ia melihat kompetisi antar klub amerika latin yaitu Coppa Libertadores. Usul tersebut ditulis oleh seorang jurnalis asal arras,prancis di L’Equipe koran olahraga tempat ia bekerja pada 16 Desember 1954.

Hanot menulis untuk menjawab klaim media – media Inggris. Beberapa hari sebelumnya media disana menulis Wolverhamton Wanderers sebagai tim terbaik di dunia setelah menang 3-2 atas Budapest Hoved SE Hongaria, negara yang saat itu memiliki tim nasional hebat.

Hanot menginginkan pertandingan digelar tengah pekan pada malam hari untuk memberi kesempatan kepada kelompok kelas pekerja menonton. Tradisi bemain tengah pekan dan malam hari bertahan sampai sekarang.

Sekarang, laga yang digelar malam hari juga berkaitan dengan prime time televisi. Salah satu sumber pemasukan untuk peserta liga champion berasal dari hak siar televisi. Klub yang sukses bisa mendapat lebih dari 20 juta euro (sekitar 232 milyar Rupiah)dari sektor ini.

Proposal Bernabeu

Pada April 1955, L’Equipe mengadakan seminar tentang kejuaraan antarklub Eropa. Seminar itu diikuti oleh presiden – presiden klub top Eropa. Salah satu hasil penting dari seminar itu adalah diterimanya proposal dari Bernabeu. Presiden Real Madrid saat itu.

Proposal yang diajukan Bernabeu dalam seminar di Hotel Ambasador, Paris, Prancis, itu adalah pendapatan dari hasil pertandingan dibagi rata untuk klub yang bermain. Jadi, sebelum digelar, sudah ada ide soal klub yang tampil mendapat bayaran, persis seperti sekarang, persis seperti sekarang, walau jumlahnya berbeda, yaitu 400.000 Euro perpartai diputaran pase grup.

Badan sepakbola Eropa (UEFA) sempat menolak menggelar kejuaraan antar klub versi L’Equipe. Setelah federasi sepakbola international (FIFA) turun tangan dengan mengadakan pertemuan di London, akhirnya kejuaraan ini digelar dengan nama European Champion Club Cup. Sekarang  UEFA merasakan manfaatnya.

Trofi berbentuk piala yang dijuluki “The Big Ears” (Telinga Besar),dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan yang memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs’ Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.

Format baru

Format dan namanya kemudian diganti pada musim 1992/93. Mulai saat itu, kejuaraan mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (tim-tim bermain dalam bentuk “tandang-kandang” seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur dilangsungkan dengan dua leg, kecuali pertandingan final yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan oleh UEFA.

  

Pemegang gelar juara terbanyak

Real Madrid CF telah menjuarai kompetisi ini sembilan kali dan menjadi yang terbanyak di seluruh Eropa. Tim-tim yang paling sukses berikutnya adalah AC Milan (7 kali juara), Liverpool FC (5 kali juara), FC Bayern München dan AFC Ajax (4 kali juara), Manchester United, Inter Milan dan FC Barcelona (3 kali juara)

 

Serba-serbi Champions League

Musik yang mengiringi awal setiap siaran televisi kejuaraan ini digubah oleh Tony Britten, berdasarkan lagu gubahan George Frideric Handel yang berjudul Zadok the Priest, dan dibawakan oleh Chorus of the Academy of St. Martin in the Fields dan Royal Philharmonic Orchestra.

Khusus bagi tim yang pernah juara Liga Champions minimal 5 kali tidak berturut-turut atau 3 kali berturut-turut, di lengan baju kiri akan terdapat logo Liga Champions dan tertulis jumlah piala yang dikoleksi. Seperi Ajax misalnya, karena juara pada tahun 1971, 1972 dan 1973 di lengan baju kiri terdapat logo Liga Champions disertai dengan jumlah piala yang didapat.

Tim yang mengenakan logo Champion di lengan kiri yaitu: Real Madrid (juara 9 kali), AC Milan (juara 7 kali), Liverpool (juara 5 kali), Bayern Muenchen (juara 74, 75 dan 76) dan Ajax (juara 71, 72, dan 73).

Dalam 19 musim terakhir, hanya ada satu tim yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions (saat itu format dan namanya masih Piala Champions) selama dua musim berturut-turut, yaitu AC Milan yang kala itu masih berpredikat The Dream Team.

Pada akhir musim 2004/05 terjadi masalah. Liverpool yang juara Liga Champions pada musim itu berhak lolos langsung ke babak penyisihan musim depan, namun Liverpool di liga domestik ada di peringkat lima. Everton yang merupakan peringkat 4 mengajukan protes, sehingga Liverpool dan Everton tetap ikut Liga Champions musim depan (Everton lewat kualifikasi) dan Inggris pun punya lima tim ke Liga Champions (terbanyak dalam satu negara).

  

Kualifikasi

Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini.

Kejuaran Liga Champion

  • 1955/1956  Parc des Princes Stadium, Paris
    • Juara : Real  Madrid
    • Runner Up : Stade de Reims
  • 1956/1957   Estadio Santiago Bernabeu, Madrid
    • Juara : Real Madrid
    • Runner Up : Fiorentina
  • 1957/1958  Heysel Stadium, Brusel
    • Juara : Real Madrid
    • Runner Up : AC Milan
  • 1958/1959  Neckarstadion, Stuttgart
    • Juara : Real Madrid
    • Runner Up : Stade de Reims
  • 1959/1960   Hampden Park Stadium, Glasgow
    • Juara : Real Madrid
    • Runner Up :  Eintracht Frankfurt
  • 1960/1961 Stadion Wankdorf, Bern
    • Juara : Benfica
    • Runner Up : Barcelona
  • 1961/1962   Olympisch Stadion, Amsterdam
    • Juara : Benfica
    • Runner Up : Real Madrid
  • 1962/1963 Wembley Stadium, London
    • Juara : AC Milan
    • Runner Up : Benfica
  • 1963/1964  Stadion Prater, Wina
    • Juara : Internazionale
    • Runner Up : Real Madrid
  • 1964/1965  San Siro Stadium, Milan
    • Juara : Internazionale
    • Runner Up : Benfica
  • 1965/1966  Heysel Stadium, Brusel
    • Juara  : Real Madrid
    • Runner Up : Partizan Belgrade
  • 1966/1967   Estádio Nacional, Lisboa
    • Juara : Celtic
    • Runner Up : Internazionale
  • 1967/1968  Wembley Stadium, London
    • Juara : Manchester United
    • Runner Up : Benfica
  • 1968/1969  Estadio Santiago Bernabeu, Madrid
    • Juara : AC Milan
    • Runner Up : AFC AJAX
  • 1969/1970  San Siro Stadium, Milan
    • Juara : Feyernoord
    • Runner Up : Celtic
  • 1970/1971  Wembley Stadium, London
    • Juara : AFC AJAX
    • Runner Up :  Panathinaikos
  • 1971/1972  De Kuip Stadium,  Rotterdam
    • Juara  : AFC AJAX
    • Runner Up : Internazionale
  • 1972/1973  Crvena Zvezda Stadium,  Beograd
    • Juara :   AFC  AJAX
    • Runner Up : Juventus
  • 1973/1974  Heysel Stadium, Brusel
    • Juara : Bayern Muenchen
    • Runner Up : Atletico de Madrid
  • 1974/1975  Parc des Princes Stadium, Paris
    • Juara : Bayern Muenchen
    • Runner Up : Leed United
  • 1975/1976  Hampden Park Stadium, Glasgow
    • Juara : Bayern Muenchen
    • Runner Up : Saint Etienne
  • 1976/1977  Stadio  Olimpico, Roma
    • Juara : Liverpool
    • Runner Up :  Borussia Mönchengladbach
  • 1977/1978  Wembley Stadium, London
    • Juara : Liverpool
    • Runner Up : Club Bruge
  • 1978/1979  Olympia Stadion, Muenchen
    • Juara : Nottingham Forrest
    • Runner Up : Malmo
  • 1979/1980  Estadio Santiago Bernabeu, Madrid
    • Juara : Nottingham Forrest
    • Runner Up : Hamburg
  • 1980/1981  Parc des Princes Stadium, Paris
    • Juara : Liverpool
    • Runner Up : Real Madrid
  • 1981/1982  De Kuip Stadium, Amsterdam
    • Juara : Aston Villa
    • Runner Up : Bayern Muenchen
  • 1982/ 1983  Stadion Spiros Louis, Athena
    • Juara :  Hamburg
    • Runner Up : Juventus
  • 1983/1984  Stadio Olimpico, Roma
    • Juara : Liverpool
    • Runner Up : AS Roma
  • 1984/1985  Heysel Stadium,  Brusel
    • Juara : Juventus
    • Runner Up : Liverpool

Catatan : Tragedi Berdarah terjadi di pertandingan ini, pada saat pendukung liverpool menyerang Tifosi Juventus yang menyebabkan 39 orang tewas. Akhirnya Federasi sepakbola Eropa (UEFA) menjatuhkan Hukuman kepada seluruh klub Inggris berupa larangan mengikuti kejuaraan yang diadakan oleh UEFA selama 5 Tahun.

  • 1985/1986    Estadio SánchezPizjuán,   Sevila
    • Juara  :  Steau Bucharesti
    • Runner Up :  FC Barcelona
  • 1986/1987  Stadion Prater, Wina
    • Juara  : Porto
    • Runner Up : Bayern Muenchen
  • 1987/1988   Neckarstadion, Stuttgart
    • Juara  : PSV  Eindhoven
    • Runner Up : Benfica
  • 1988/1989  Camp Nou, Barcelona
    • Juara : AC Milan
    • Runner Up : Steau Buchareti
  • 1989/1990  Stadion Prater, Wina
    • Juara : AC Milan
    • Runner Up :  Benfica
  • 1990/1991  Stadio San Nicola, Bari
    • Juara  : Crvena Zvezda
    • Runner Up : Marseille
  • 1991/1992  Wembley Stadion, London
    • Juara :   FC Barcelona
    • Runner Up :  Samdoria
  • 1992/1993  Olympia Stadion, Muenchen
    • Juara : Marseille
    • Runner Up : AC Milan
  • 1993/1994  Stadion Spiros Louis, Athena
    • Juara : AC Milan
    • Runner Up : Barcelona
  • 1994/1995  Stadion Ernst Happel, Wina
    • Juara : AFC AJAX
    • Runner Up : AC Milan
  • 1995/1996   Stadio Olimpico, Roma
    • Juara : Juventus
    • Runner Up :  AFC  AJAX
  • 1996/1997   Olympia Stadion, Muenchen
    • Juara : Borussia Dortmund
    • Runner Up :  Juventus
  • 1997/1998  Amsterdam Arena, Amsterdam
    • Juara  : Real Madrid
    • Runner Up  : Juventus
  • 1998/1999  Camp Nou, Barcelona
    • Juara  : Manchester United
    • Runner Up :  Bayern  Muenchen
  • 1999/2000   Stade de France,  Saint Denis
    • Juara  :  Real  Madrid
    • Runner Up :  Valencia
  • 2000/2001  San Siro, Milan
    • Juara : Bayern Muenchen
    • Runner Up :  Valencia
  • 2001/2002   Hampden Park, Glasgow
    • Juara : Real Madrid
    • Runner Up : Bayer  Leverkusen
  • 2002/2003   Old  Traford, Manchester
    • Juara  : AC Milan
    • Runner Up : Juventus
  • 2003/2004   Arena AufSchalke , Gelsenkirchen
    • Juara  : Porto
    • Runner Up  : Monaco
  • 2004/2005   Atatürk Olimpiyat Stadyumu, Istambul
    • Juara  : Liverpool
    • Runner Up : AC Milan
  • 2005/2006   Stade de France Stadium, Saint Denis
    • Juara  : FC Barcelona
    • Runner Up : Arsenal
  • 2006/2007  Olympic Stadium, Athena
    • Juara  : AC Milan
    • Runner Up :  Liverpool
  • 2007/2008  Luzhniki Stadium, Moskow
    • Juara  : Manchester United
    • Runner Up : Chelsea
  • 2008/2009  Stadio Olimpico, Roma
    • Juara  :   FC Barcelona
    • Runner Up : Manchester  United
  • 2009/2010  Estadio  Santiago Bernabeu, Madrid
    • Juara : Internazionale
    • Runner Up : Bayern Muenchen
  • 2010/2011  Wembley Stadium, London
    • Juara  :  FC  Bacelona
    • Runner Up  :  Manchester United
  • 2011/2012   Allianz  Arena Stadium, Muenchen

Rekapitulasi  Juara

Klub

Jumlah

Real Madrid

9

AC Milan

7

Liverpool

5

AFC AJAX

4

Bayern  Muenchen

4

Barcelona

4

Internazionale

3

Manchester  United

3

Benfica

2

Juventus

2

Nottingham  Forrest

2

FC Porto

2

Astonvilla

1

Borussia Dortmund

1

Celtic

1

Crvena  Zvezda

1

Feyenoord

1

Hamburg

1

Marseille

1

PSV Eindhoven

1

Steaua Bucharesti

1

 Negara

Negara Jumlah
Spanyol

13

Italy

11

Inggris

11

Belanda

6

Jerman

6

Portugal

4

Prancis

1

Rumania

1

Skotlandia

1

Yugoslavia

1