Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nama Klub

Associazione Calcio Milan
1899 SpA

Julukan

Rossoneri (Merah-Hitam)
Il Diavolo Rosso (Setan Merah)
Casciavit (Obeng)

 Berdiri   16 Desember 1899
Alamat

San Siro, Milan,  Via Filippo Turati 3, 20121 Milano. Italia
(Kapasitas: 82.955)

Situs Resmi http://www.acmilan.com

Bendera Italia Silvio Berlusconi
Mengalami kelowongan (Pelaksana harian diserahkan kepada Adriano Galliani)
Bendera Italia Massimiliano Allegri
Seri A
Seri A, (1)

Sejarah Klub AC Milan

Sejarah Klub

Markas besar MILAN pertama kali didirikan di ‘Fiaschetteria Toscana‘ di Via Berchet di Milan, pada tahun 1899. Dari momen itulah sebuah sejarah besar tentang klub sepakbola AC Milan, untuk lahir sebagai klub yang menorehkan namanya dalam buku rekor sepakbola, khususnya pada 15 tahun terakhir, menjadi satu dari tim paling terkenal dan tersukses di dunia.

Sejarah Rossoneri diukir oleh nama-nama legendaris yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan klub, baik mereka adalah seorang presiden, pelatih, maupun pemain.Presiden pertama AC Milan adalah ekspatriat asal Inggris, Alfred Edwards, yang memberikan kemenangan kejuaraan untuk pertama kalinya, yang terjadi 2 tahun setelah pendirian klub.

Presiden dengan paling banyak meraih kejuaraan adalah Silvio Berlusconi yang mengambil alih MILAN mencapai puncak permainan di dunia, pada tahun 1986.Sebuah tim besar membutuhkan pelatih yang hebat, dan Milan tentu saja telah mendapatkan ilmu dari talenta pelatih yang luar biasa. Mereka-mereka adalah Gipo Viani, Nereo Rocco, dan Nils Liedholm adalah allenatore pada awal-awalnya, dan diikuti oleh Arrigo Sacchi dan Fabio Capello yang menggunakan taktik dan strategi pada tingkat yang baru, yang digembar-gemborkan sebagai tim dengan penerapan sepakbola modern dalam permainannya.Seiring perjalanannya, masing-masing orang yang terlibat didalamnya juga meyakinkan publik untuk selalu memainkan sepakbola yang spektakuler.Orang yang mengantarkan Milan pada era Berlusconi adalah Sacchi dan dilanjutkan oleh Capello yang memenangkan berbagai trophy kejuaraan.

Sacchi memenangkan kembali Piala Eropa (Champions League, sekarang) dengan sebuah tim yang dianggap tim paling hebat dalam sejarah, atau dikenal dengan sebutan “The Dream Team“. Juga meraih titel Serie A, Intercontinental dan European Super Cup.Capello mengikutinya dengan 4 gelar juara Liga, 1 Piala Champions, dan 1 Piala Super Eropa. Alberto Zaccheroni menjaga tradisi juara, dengan memimpin tim ini mendapatkan 1 gelar juara liga pada awal tahun kepemimpinannya, sebelum pelatih asal Turki, Fatih Terim, mengambil alih pada periode singkat dan melepaskan kendali tim kepada Carlo Ancelotti. Dengan skill manajerialnya, membawa Milan kembali ke puncak tertinggi di Italia maupun Eropa.

1899/1929

Padas 16 Desember 1899 Milan football and cricket secara resmi dibentuk, tetapi waktu pertama nama Milan muncul publik adalah pada Senin, Desember 18 di sebuah artikel oleh koran Gazzetta dello Sport.Markas asli awalnya berada di Toscana Fiaschetteria di Via Berchet di Milan dan Presiden pertamanya adalah Alfred Edwards Ormonde tim ini telah terdaftar di Federasi Sepakbola Italia pada bulan Januari berikutnya. Tim hanya bermain satu pertandingan pada musim perdana mereka Melawan Torino, Dan meskipun dikalahkan Milan tetap mengangkat Trophy pertama mereka,’King’s Medal”, yang disajikan oleo King Umberto I.

Pada tahun 1900-1901, Milan memenangkan gelar nasional pertama mereka, Dan gelar King’s Medal kedua mereka, yang mereka raih pada musim berikutnya.  Selama bertahun-tahun, tim Kiplin telah sukses luas dan Milan menjadi tim paling populer di wilayah Lombardy, memenangkan gelar bergengsi ‘Palla Dapples’ selama tiga musim berturut-turut (1904-1905 – 1905-1906 – 1906-1907), meskipun mereka gagal mempertahankan gelarnya di Kejuaraan tersebut gelar kedua gagal sampai sampai musim 1905-1906 dan ketiga dimenangkan pada kesempatan di tahun berikutnya.

Pemain utama pada saat itu adalah Louis Van Hege, seorang pencetak gol yang hebat dengan rata-rata luar biasa 1,1 gol per pertandingan. Pada musim 1914/15, Kejuaraan dihentikan sebelum berakhirnya pertandingan pada akhir tahun karena pecahnya Perang Dunia I, dan di mulai kembali pada tahun 1919. Setelah beberapa perubahan dalam struktur manajemen, Pietro Pirelli diangkat sebagai Presiden baru. Ia memegang peran ini selama hampir dua puluh tahun, selama waktu itu Stadion San Siro diresmikan.

1929/1949

1920-an adalah periode konsolidasi bagi Rossoneri dengan tidak membuat terobosan besar saat dipuncak. Klub berubah nama dari Milan FC ke Milan Associazione Sportiva (AC Milan), dan mengikuti sejumlah perubahan dalam manajemen puncak, Umberto Trabattoni menjadi presiden pada tahun 1940. Ini adalah keadaan yang akan terus bertahan sampai 1954. Tim sering melewati masa pasang surut, namun biasanya selalu selesai pada akhir musim di papan tengah klasmen dan jarang berakhir di salah satu dari empat tempat teratas.

Perang Dunia II mengakhiri kompetisi sepak bola sampai musim 1946-47 ketika kembali kejuaraan berlangsung dengan masing-masing tim diberi kesempatan bermain hanya sekali. Milan berhasil menyelesaikan pertandingan dengan menempati posisi empat besar di belakang Torino, Juventus dan Modena. Selama dua musim berikutnya ada sesuatu dari lahir kembalinya Ac milan sebagai tim besar dengan finish di tempat kedua dan ketiga, dengan juara Torino yang dinobatkan pada kesempatan kedua.

1949/1955

Kedatangan Gunnar Nordhal menandai awal era baru bagi Rossoneri disamping yang sudah berlangsung bertahun-tahun yang juga telah dipertimbangkan pula-rans ketika datang menuju gelar liga. Selain Nordhal, yang merupakan top scorer liga dengan 35 gol pada musim 1949/50, dua Swedia lainnya yang bergabung dengan tim adalah Nils Liedholm dan Gunnar Gren. Ketiganya  bersama dengan kiper Buffon, adalah lini kekuatan yang dibutuhkan.

Milan memenangkan gelar keempatnya di musim 1950-1951 dan di sempurnakan tahunnya dengan menambahkan Piala Latin. kesuksesan terus datang dan Nordahl adalah pencetak gol terkemuka liga selama tiga musim berturut-turut,, 1952-1953 1953-1954 dan 1954-1955. Pada musim terakhirnya, kapten fittingly membawa Rossoneri ke gelar lain. Pada tahun 1954, Juan Alberto Schiaffino yang dijuluki “Pepe”, dibeli dari Penarol dan menjadi salah satu pemain yang handal di tim selama bertahun-tahun kemudian.

1955/1960

Musim 1955/56  Milan ambil bagian dalam edisi pertama Piala Champions di mana mereka akhirnya dikalahkan oleh sang juara Real Madrid di semi-final, tetapi tetap mengangkat Piala Latin untuk kedua kalinya ketika mereka keluar menjadi pemenang dengan skor 3-1 melawan Athletic Bilbao di final. Dengan kedatangan pelatih baru Gipo Viani untuk memimpin tim, Milan meraih gelar liga di musim 1956/57, tapi kejutan nyata dari kampanye ini adalah striker Gastone Bean, yang mencetak 17 gol. Setahun kemudian, sesuatu yang membuat menjadi lebih kompetitif ketika Jose Altafini bergabung dengan tim memenangkan Brasil atas para penggemar dengan kemampuan dan kecepatan, dan bersama-sama dengan kapten lama Liedholm, Cesare Maldini dan “Pepe” Schiaffino, yang playmaker tak terlupakan di lini tengah, Milan meraih gelar di akhir musim yang menarik head to head dengan Fiorentina.

Schiaffino adalah salah satu dari beberapa pemain yang pantas mendapat gelar juara sejati, dimainkan pada musim terakhirnya di disamping kegagalan Milan untuk mengatur turun kampanye, tapi setidaknya Rossoneri mengalahkan saingan sekotanya Inter 5-3 dalam derby musim semi, dengan Altafini mencetak empat gol.

1960/1970

Sementara tahun-tahun sebelumnya telah ditandai dengan pemain asing (Gre-No-Li, Schiaffino-Altafini) memimpin jalan, antara tahun 1960 dan 1970, pemain Italia tidak hanya akan mengambil alih sebagai protagonis dalam sejarah klub tetapi datang menjadi terkenal di pertandingan kelas dan mendapatkan ketenaran di tingkat internasional. Dari  Olimpiade Roma 1960 tiba pemain pemain  seperti Trapattoni, Trebbi, Alfieri dan Noletti bersama dengan seorang anak mudabernama Gianni Rivera yang memainkan pertandingan pertamanya untuk klub ketika ia hanya 17 melawan Alessandria tim sebelumnya, dengan skor 5-3  untuk kemenangan Milan. Rossoneri berada di perebutan gelar juara naik turun tapi dua kekalahan dalam dua pertandingan terakhir, melawan Bari dan Fiorentina, hanya memberi mereka juara runner-up.

Ketika Nils Liedholm pergi, Paron Nereo Rocco tiba sebagai pelatih baru untuk sebuah era baru, ditandai dengan sukses baik di dalam maupun luar negeri. Piala pertama adalah gelar liga di musim 1961-62, namun yang paling menarik dan yang berkesan  paling sukses adalah Piala Eropa pertama. Final melawan Benfica, bermain di Stadion Wembley pada tanggal 22 Mei 1963, adalah pertandingan yang sangat menarik Milan mengangkat piala setelah mengalahkan tim dari portugal tersebut dengan 2-1 (Altafini mencetak dua gol untuk Milan dan Eusebio mencetak gol untuk Benfica). Kenangan sang icon kapten Cesare Maldini mengangkat piala itu bersama-sama dengan Nereo Rocco masih dicantumkan dalam memori dari semua pendukung Rossoneri.

Milan tidak dapat mengulang sukses mereka di Piala Intercontinental, dimana Milan kalah 1-0 pertandingan yang menentukan di Stadion Maracanã melawan Santos. Pada akhir musim, presiden Andrea Rizzoli meninggalkan klub setelah sembilan tahun keberhasilan besar termasuk empat gelar liga, satu Piala Latin dan piala yang paling bergengsi Piala Eropa. Dia tidak hanya berjasa untuk kemajuan prestasi olahraga saja, tetapi juga untuk mendirikan pusat pelatihan Milanello yang akan menjadi aset penting selama bertahun-tahun.

Setelah beberapa musim mengecewakan di mana tim bermain jauh di bawah potensi mereka, Milan kembali ke papan atas klasmen di musim 1967-68,dengan meraih gelar liga kesembilan mereka dan prestise klub tumbuh lebih lanjut dengan kemenangan mereka di Piala Eropa Winners ‘Cup, yang pertama dalam sejarah Milan. Setelah dinobatkan sebagai juara itu artinya milan kembali ke Piala Eropa musim berikutnya dan kemitraan Rivera-Prati style diaktifkan di final di stadion Bernabeu di mana mereka mengalahkan tim dari Belanda Ajax Amsterdam,  termasuk pemain mudanya Johan Cruijff,dengan skor 4-1. Milan goalkeeper Fabio Cudicini had already earned the nickname ‘The Black Spider’ following his exploits in keeping Manchester United at bay in the semi-final. Kiper Ac milan Fabio Cudicini mendapatkan julukan “The Black Spider” setelah aksi heroiknya dalam menjaga serangan Manchester United  di semifinal. Milan juga akhirnya dinobatkan sebagai juara dunia setelah menang 3-0 di San Siro namun kalah 2-0 di Stadion Bombonera di Buenos Aires melawan Estudiantes. Kelas dan style Gianni Rivera membuat playmaker lini tengah itu meraih Golden Ball untuk pemain terbaik Eropa  pada tahun 1969, produktif penghargaan ini indah di dunia sepakbola tandus, Rivera adalah satu-satunya pemain yang memiliki rasa seni. ”

1970/1985  

Salah satu periode terkelam di dalam sejarah Milan adalah minimnya prestasi yang diraih klub . Titik terang  datang ketika tim itu diberikan kehormatan mengenakan ‘Bintang’ di kaus mereka setelah memenangkan gelar liga ke-10 mereka pada tahun 1979. Tim juga mengangkat Piala Italia tiga kali bersama dengan satu piala Eropa  Winners ‘Cup.

Juara Italia itu dilatih oleh Nils Liedholm, yang memberikan debut kepada pemain muda yang di samping dia menjadi kapten tetapi juga akan menjadi salah satu bek terbaik di dunia Franco Baresi. The great Franco  memainkan pertandingan propesional pertamanya untuk Milan pada 23 April 1978 dengan kemenangan 2-1 atas Verona. Tahun ke tahun banyak pelatih datang dan pergi dan pension, dan lini tengah legendaris Gianni Rivera akhirnya mengambil posisi sebagai wakil presiden klub.

Delapan tahun pertama pada tahun 1980-an melihat penurunan prestasi dari  kualitas sebelumnya, dengan  bermain dua musim di Serie B. Namun, itu tidak semua berita buruk yaitu Paolo Maldini melangkah ke pentas sepakbola ketika ia melakukan debutnya pada 20 Januari 1985 dengan menahan imbang 1-1 atas Udinese. Paolo, tentu saja, dia akan  mengikuti jejak Baresi menjadi kapten  yang sukses baik di rumah dan di luar negeri.

1985/2007

Setelah sukses dalam musim sebelumnya, Nils Liedholm diangkat kembali sebagai pelatih. Namun, hasil tidak membaik baik di liga ataupun coppa. Klub ini telah tiba pada titik terburuknya dimana diperlukan perbaikan besar  dan pada tanggal 24 Maret 1986, Silvio Berlusconi  resmi menjadi presiden ke-21 Milan.

Presiden baru memutuskan secara radikal untuk memperkuat tim dia membuat keputusan untuk pindah ke bursa transfer. Pada musim 1986/78, orang seperti Roberto Donadoni, Dario Bonetti, Giuseppe Galderisi, Daniele Massaro dan Giovanni Galli ditandatangani untuk bergabung dengan bintang Inggris Mark Hateley dan Ray Wilkins. Ini akan meluangkan waktu pendatang baru untuk unjuk gigi namun Milan berhasil lolos ke Piala UEFA berkat kemenangan dibabak play-off atas Sampdoria, dengan Massaro mencetak gol pada pertandingan di perpanjangan waktu.

Musim 1978/89 melihat kedatangan Arrigo Sacchi. Pelatih baru merupakan pelopor terbentuknya permainan total football, zonal marking bersama dengan tekanan dan kecepatan pada lawan ketika mereka telah memiliki strategi itu. Seiring dengan kedatangan bintang dari Belanda Marco Van Basten dan Ruud Gullit, tim  memasuki era baru dan menarik yang akan mengubah permainan mereka tidak hanya di Italia tetapi di seluruh dunia. Pemain muda Alessandro Costacurta juga dipromosikan ke tim skuad pertama dan Milan turun untuk mengubah musim ini menjadi salah satu momen yang luar biasa.

Meskipun beberapa permainan buruk, termasuk kalah 2-0 melawan Roma karena keputusan arbitrase olahraga, tim berjuang-kembali dan melakukan head-to-head dengan Diego Maradona Napoli di bagian atas tabel. Kemenangan atas Napoli 3-2 di Stadion San Paolo pada 18 Mei 1988 memberi Milan gelar liganya yang ke 11 dan yang pertama di era Berlusconi.

Pasangan Belanda Gullit dan Van Basten bergabung dengan rekan-senegaranya, Frank Rijkaard untuk membentuk trio baru lain dari negara yang sama sebanyak Gunnar Nordhal, Nils Liedholm dan Gunnar Gren – the ‘Gre-No-Li’ – telah dilakukan kembali tahun 1950-an. Sejak saat itu, itu kesuksesan terus datang. Pada musim 1988/89, Milan menguasai Eropa, mengangkat Piala Champions setelah mengalahkan Vitocha, Red Star Belgrade, Werder Breman dan kemudian Real Madrid di semifinal untuk mencapai final melawan Steaua Bucarest. Lebih dari 100.000 penonton memenuhi stadion Barcelona Nou Camp untuk menonton Milan melibas habis 4-0 dan menjadi pemenang. Dengan Sacchi yang bertugas, tim memenangkan satu gelar liga, dua Piala Champions, dua Piala Intercontinental, dua Piala Super Eropa dan satu Piala Super Italia.

Mantan gelandang Milan Fabio Capello menggantikan Sacchi pada awal musim 1992-1993 dan tim terus mendominasi baik di dalam maupun luar negeri, memenangkan empat gelar juara liga (tiga kali berturut-turut), tiga Piala Super Italia Liga, satu Piala Champions (menang di tak terlupakan final melawan tim favorit Barcelona) dan satu Piala Super Eropa.

Periode antara tahun 1986 dan 1996 tanpa diragukan lagi adalah  masa paling produktif, tidak hanya dalam hal jumlah piala kemenangan, tapi juga dari penampilan yang sangat baik dan gaya bermain yang menarik. Kini tim ini dikenal sebagai tim yang kekal dan Tak terkalahkan, membawa permainan ke ke level yang lebih tinggi, namun akhir 90-an tidak berjalan positif sebagai awal dekade . Klub berganti antara suksesor pelatih (Tabarez, kemudian Sacchi dan selanjutnya Capello ) namun dengan kedatangan Alberto Zaccheroni pada tahun 1999, Milan memenangkan gelar liga ke-16 di musim yang sama pada saat perayaan ulang tahun keseratus klub.

Sisa dari sejarah Milan membawa kita sampai periode sekarang, dengan Carlo Ancelotti mengambil alih kepelatihan dari Fatih Terim, dan secara kebetulan membawa tim menjadi pemenang Liga Champions tahun 2003 ketika mereka mengalahkan rivalnya di lga Italia Juventus di final. Milan juga mengangkat Piala Italia dan Piala Super Eropa pada tahun yang sama.

Gelar liga kembali ke markas klub Via Turati pada akhir musim 2003/04 dan tim memulai musim berikutnya dengan memenangkan Liga Italia Super Cup pada 21 Agustus. Musim 2004/05 adalah masa untuk meninggalkan rasa pahit di mulut, dan meskipun beberapa penampilan terlihat sangat baik, tim ini tidak dapat mencapai prestasi tertinggi dari sebelumnya. Musim 2006/2007  adalah salah satu karya yang sangat baik dalam hal usaha, keberanian dan keberhasilan di lapangan. Milan diberi kesempatan sedikit mengikuti penalisation yang diserahkan oleh hakim olahraga pada awal musim tetapi para pemain dan staf pembinaan ‘menarik lengan baju mereka untuk mengubah keadaan dengan cara yang mengagumkan.

Para pemain dipanggil kembali dari awal liburan musim panas mereka, dengan beberapa dari mereka yang baru saja memenangkan Piala Dunia. Pasukan berkumpul di Milanello, bersatu dan ditentukan, dan mereka lolos ke fase grup Liga Champions berkat kemenangan di dua leg atas Red Star Belgrade di babak awal. Milan memulai musim dengan baik di liga tapi mereka harus membayar kurangnya persiapan pra-musim  tahun lalu. Namun, beberapa pelatihan pemanasan di Malta selama musim dingin direvitalisasi masa istirahat tim.  Para pemain Carlo Ancelotti   dalam keadaan yang sangat baik  memasuki akhir musim ini, karena mereka  hanya bersikap objektif duduk di tempat keempat di liga dan Liga Champions. Dengan tempat keempat dijamin, final di Athena dengan karakter tim yang ngotot  mengatasi ketidakadilan, iri hati dan kemalangan dan dipaksa untuk bertahan.

Salah satu piala  terakhir adalah Supercup Eropa menang pada 31 Agustus 2007 di monte carlo di final bermain melawan Sevilla pemegang Piala UEFA,  pertandingan dimainkan tanpa antusiasme karena kematian pemain dari Andalusia Antonio Puerta. Namun, janji penting lainnya dijadwalkan untuk Rossoneri di musim 2007/2008: perjalanan sulit ke Jepang untuk memenangkan FIFA Club World Cup, trofi paling bergengsi antar klub. Milan berangkat dari Italia ke Yokohama siap untuk menghadapi tantangan ini dengan satu  motivasi memenangkan piala akan membuat milan menjadi Club yang paling sukses di dunia dengan jumlah piala internasional tertinggi dan oleh karena itu milan harus menaklukkan Boca Juniors Argentina. Setelah memenangi semifinal melawan  Urawa Red Diamonds Ancelotti mulai terkonsentrasi dan menentukan final melawan Boca.. “The world derby” dipentaskan Rossoneri menampilkan penampilan sempurna, tegas, spektakuler dan hasil akhir, 4-2 untuk milan, Milan dinobatkan sebagai Club paling sukses di dunia. Kota Milan dan semua fans Milan merayakan bersama-sama dengan para pemain, tujuan bergengsi akhirnya dicapai berkat kekuatan kelompok fantastis yang mampu menawarkan momen momen yang spesial.

Selama beberapa musim terakhir Rossoneri, empat-kali masuk semi-finalis dari kompetisi top Eropa dalam lima tahun, telah jelas menegaskan kembali dirinya sebagai pemain kunci dalam skenario nasional dan internasional, dan disusun untuk prestasi baru yang didukung oleh banyak antusiasme para penggemar mereka di Italia dan luar negeri, dan dengan lebih dari seratus tradisi tahun  keberhasilan.

2008/2010

Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang “hijrah ke London”, tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:

  • Kaka, pindah ke Real Madrid .Nilai transfernya ± 67 juta Euro
  • Paolo Maldini, bek legendaris Milan ini memutuskan untuk pensiun
  • Yoann Gourcuff, memutuskan untuk tetap di Bordeaux.

Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar eks striker Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.

Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Bermula ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan terperosok di ajang World Football Challange 2009. Di ajang Audi Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar Inter di San Siro.

Pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro[3]. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc’Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0 sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0.

Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010, Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan untuk meraih gelar musim ini pupus. Pada pertandingan di giornata terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro, sekaligus memberi kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan berhenti melatih Milan untuk musim depan. Sejak mundurnya Leonardo, banyak spekulasi yang berpendapat mengenai pelatih baru Milan, tetapi pada 25 Juni 2010, secara mengejutkan pihak Milan mengumumkan untuk memilih Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.

2010/2011

Musim 2010/2011, Milan dipimpin oleh Massimiliano Allegri, dengan berbagai pembaruan mulai dari sponsor (bwin.com digantikan Emirates), hingga lini pemain. Di akhir bursa transfer, secara mengejutkan Milan memboyong Zlatan Ibrahimovic dari F.C. Barcelona (dengan opsi pinjaman dan pembelian 24 juta Euro di akhir musim), dan Robinho dari Manchester City. Awal musim, Milan dikejutkan dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi A.C. Cesena, meski dalam pertandingan tersebut baik Ibrahimovic maupun Robinho memulai debutnya. Pada pertandingan derby tanggal 14 November 2010, Milan mengalahkan Internazionale di Giuseppe Meazza dengan gol tunggal penalti Ibrahimovic. Pada transfer paruh musim, Milan memboyong sejumlah pemain anyar seperti Antonio Cassano dari U.C. Sampdoria, Mark van Bommel dari Bayern Munich, dan Nicola Legrottaglie dari Juventus F.C.. Di ajang Liga Champions, Milan yang berhasil menembus babak penyisihan grup dipermalukan Tottenham Hotspur dengan skor 0-1 di San Siro. 13 Maret 2011, Milan mengalami hasil seri 1-1 dengan penghuni dasar klasemen A.S. Bari, minggu berikutnya 19 Maret, Milan dipermalukan U.S. Città di Palermo 0-1 di Stadion Renzo Barbera. Kekalahan tersebut membuat jarak poin dengan posisi 2 Internazionale berkurang menjadi 2 poin, dan itu terjadi tepat sebelum derby Milan putaran kedua. 2 April, derby antara Milan dan Inter berlangsung di San Siro, berakhir dengan kemenangan Milan 3-0, berkat 2 gol Pato dan 1 gol Cassano. Pada 7 Mei 2011, Milan meraih hasil imbang 0-0 dengan A.S. Roma, 1 poin tambahan hasil seri membuat poin Milan menjadi 78 poin, tak terkejar peringkat 2 Inter karena kalah head-to-head, dan membuat Milan meraih gelar juara Serie A atau scudetto yang ke-18.

DATA PERUSAHAAN

NAMA : Associazione Calcio Milan spa
YEAR OF FOUNDATION : 1899
ALAMAT :  Via Filippo Turati 3, 20121 Milano.
TELEPON :  +39 0262281  FAX :  +39 026598876
STADIUM :  Giusepe Meaza San Siro
PRESIDEN  :  Silvio Berlusconi
CEO EKSEKUTIF PRESIDEN :  Adriano Galliani
VICE PRESIDEN  1 :   Paolo Berlusconi
VICE PRESIDEN 2 :    Gianni Nardi
MEMBER OF BOARD :  Francesco Barbaro
ANGGOTA DEWAN :    Pasquale Cannatelli ,Leandro Cantamessa, Alfonso Cefaliello, Francesco Forneron Mondadori , Giancarlo Foscale , Livio Gironi, Paolo Ligrasti
STATUTORY  AUDITOR :  Francesco Vittadini
AUDITOR  AKUNTAN  :  Achille Frattini, Francesco Antonio Giampaolo, Claudio Diamante, Giancarlo Povoleri
INTERNAL AUDITOR  :   Antonio Marchesi
SEKRETARIS DEWAN DIREKSI  :  Rolando Vitrò
AUDITOR  :  Reconta Ernst & Young
SPORT MANAGER :  Ariedo Braida
YOUTH  DEPARTEMEN  MANAGER :  Filippo Galli
SEKRETARIS TEKNIS :  Mary Buscaglia
SEKRETARIS  TEKNIS  :  </ td> Cristina Moschetta, Virna Bonfanti

COMMUNICATION MANAGER & TEAM MANAGER :  Vittorio Mentana
VICE COMMUNICATION  MANAGER :  Giuseppe Sapienza
CFO :  Alfonso Cefaliello
PENGAWAS  :  Francesco Barbaro
ORGANIZATIONAL MANAGER :  Umberto Gandini
KOORDINATOR  ADM  PERATURAN DAN TATA  TERTIB  KEOLAH RAGAAN DAERAH :  Massimo Campioli
HUMAN  RESOURSES  MANAGER :  Raffaella Di Tondo
DIREKTUR PEMASARAN  :  Laura Masi
MANAGER  PENJUALAN :  Mauro Tavola
STADIUM  MANAGER :   Daniela Gozzi
MILANELO   SPORTS   CENTRE : Antore Peloso Alfonso Sciacqua

Pelatihan Staf Season 2010 / 2011

 Head  Coach  :    Allegri Massimiliano

Coach  Assistant : Mauro Tassotti

Goalkeeper Coach : Landucci Mauro

Technical Assistant :  Maldera Andrea

Fitness Coach : Tognaccini Daniele         Dominici Bruno

Mascheroni Sergio           Folletti Simone

Primitivi Andrea               Allevi Fabio

Medical  Director :  Melegati Gianluca

Club  Doctor :  Gevi Maurizio, Gozzini Armando

Chiropractor :  Trabattoni Alessandro

Physiotherapist :  Chaulan Marco                     Grani Stefano

Fort Dario Lorenzo             Morosi Marco

Giorgio Gasparini                Paesanti Marco

Tukang  Pijat  :  Tomonori Endo

Skuad

GOALKEEPERS

Marco

Amelia

Position : Goalkeeper

Jersey: 1

Birth date: 02/04/1982

Birth place: Roma

Height: 190

Weight: 90

Flavio

Roma

Position : Goalkeeper

Jersey: 30

Birth date: 21/06/1974

Birth place: Roma

Height: 191

Weight: 86

Christian

Abbiati

Position : Goalkeeper

Jersey: 32

Birth date: 08/07/1977

Birth place: Abbiategrasso

Height: 191

Weight: 92

DEFENDERS

Alessandro

Nesta

Position : Defender

Jersey: 13

Birth date: 19/03/1976

Birth place: Roma

Height: 187

Weight: 79

Sokratis

Papastathopoulos

Position : Defender

Jersey: 15

Birth date: 09/06/1988

Birth place: Kalamata (Grecia)

Height: 183

Weight: 82

Massimo

Oddo

Position : Defender

Jersey: 17

Birth date: 14/06/1976

Birth place: Pescara

Height: 182

Weight: 76

Marek

Jankulovski

Position : Defender

Jersey: 18

Birth date: 09/05/1977

Birth place: Ostrava (Repubblica Ceca)

Height: 184

Weight: 76

Gianluca

Zambrotta

Position : Defender

Jersey: 19

Birth date: 19/02/1977

Birth place: Como

Height: 181

Weight: 76

Daniele

Bonera

Position : Defender

Jersey: 25

Birth date: 31/05/1981

Birth place: Brescia

Height: 183

Weight: 74

Silva

Thiago

Possition : Defender

Jersey: 33

Birth date: 22/09/1984

Birth place: Rio de Janeiro (Brasile)

Height: 183

Weight: 79

Dídac

Vila’

Position : Defender

Jersey: 35

Birth date: 09/06/1989

Birth place: Mataró

Height: 184

Weight: 74

Nicola

Legrottaglie

Position : Defender

Jersey: 66

Birth date: 20/10/1976

Birth place: Gioia del Colle

Height: 185

Weight: 82

Mario

Yepes

Position : Defender

Jersey: 76

Birth date: 13/01/1976

Birth place: Cali

Height: 186

Weight: 83

Luca

Antonini

Position : Defender

Jersey: 77

Birth date: 04/08/1982

Birth place: Milano

Height: 182

Weight: 70

MIDFIELDERS

Alexander

Merkel

Position : Midfielder

Jersey: 52

Birth date: 22/02/1992

Birth place: Pervomajskij (Kazakistan)

Urby

Emanuelson

Position : Midfielder

Jersey: 28

Birth date: 16/06/1986

Birth place: Amsterdam

Height: 176 cm

Weight: 68 kg

Mark

Van Bommel

Position : Midfielder

Jersey: 4

Birth date: 22/04/1977

Birth place: Maasbracht (Paesi Bassi)

Height: 187 cm

Weight: 85

Gennaro Ivan

Gattuso

Position : Midfielder

Jersey: 8

Birth date: 09/01/1978

Birth place: Corigliano Calabro

Height: 177

Weight: 77

Clarence

Seedorf

Position : Midfielder

Jersey: 10

Birth date: 01/04/1976

Birth place: Paramaribo

Height: 177

Weight: 80

Rodney

Strasser

Position : Midfielder

Jersey: 14

Birth date: 30/03/1990

Birth place: Freetown

Height: 178

Weight: 80

Mathieu

Flamini

Position : Midfielder

Jersey: 16

Birth date: 07/03/1984

Birth place: Marsiglia

Height: 178

Weight: 67

Ignazio

Abate

Position : Midfielder

Jersey: 20

Birth date: 12/11/1986

Birth place: S. Agata di Goti

Height: 180

Weight: 73

Andrea

Pirlo

Position : Midfielder

Jersey: 21

Birth date: 19/05/1979

Birth place: Brescia

Height: 177

Weight: 68

Kevin Prince

Boateng

Position : Midfielder

Jersey: 27

Birth date: 06/03/1987

Birth place: Berlino

Height: 185

Weight: 86

Massimo

Ambrosini

Position : Midfielder

Jersey: 23

Birth date: 29/05/1977

Birth place: Pesaro

Height: 182

Weight: 72

FORWARDS

Alexandre (Pato)

Rodrigues da Silva

Position : Forward

Jersey: 7

Birth date: 02/09/1989

Birth place: Pato Branco

Height: 179

Weight: 71

Filippo

Inzaghi

Position : Forward

Jersey: 9

Birth date: 09/08/1973

Birth place: Piacenza

Height: 181

Weight: 74

Antonio

Cassano

Position : Forward

Jersey: 99

Birth date: 12/07/1982

Birth place: Bari

Height: 175 cm

Weight: 73 Kg

Robinho Robson

de Souza

Position : Forward

Jersey: 70

Birth date: 25/01/1984

Birth place: Sao Vicente

Height: 172

Weight: 60

Nnamdi

Oduamadi

Position : Forward

Jersey: 90

Birth date: 17/10/1990

Birth place: Lagos

Height: 175

Weight: 65

Prestasi
The Most Successfull Club in the World

Trophies

  • Scudetto (Italian championship)
    • Winners (17): 1901, 1906, 1907, 1950-51, 1954-55, 1956-57, 1958-59, 1961-62, 1967-68, 1978-79, 1987-88, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1998-99, 2003-04
    • Runners-up (14): 1902, 1947-48, 1949-50, 1951-52, 1955-56, 1960-61, 1964-65, 1968-69, 1970-71, 1971-72, 1972-73, 1989-90, 1990-91, 2004-05
  • Serie B (second division)
    • Winners (2): 1980-81, 1982-83
    • Runners-up (0): Belum Pernah
  • Coppa Italia (Italian Cup)
    • Winners (5): 1966-67, 1971-72, 1972-73, 1976-77, 2002-03
    • Runners-up (7): 1941-42, 1967-68, 1970-71, 1974-75, 1984-85, 1989-90, 1997-98
  • Super Coppa d Lega (Italian Super Cup)
    • Winners (5): 1988, 1992, 1993, 1994, 2005
    • Runners-up (3): 1996, 1999, 2003
  • UEFA Champions League (former European Cup)
    • Winners (7): 1962-63, 1968-69, 1988-89, 1989-90, 1993-94, 2002-03, 2006-07
    • Runners-up (4): 1957-58, 1992-93, 1994-95, 2004-05
  • UEFA Cup
    • Winners (0): Belum pernah
    • Runners-up (0): belum pernah
  • Cup Winners’ Cup
    • Winners (2): 1967-68, 1972-73
    • Runners-up (1): 1973-74
  • European Super Cup
    • Winners (4): 1989, 1990, 1994, 2003, 2007
    • Runners-up (2): 1974, 1993
  • World Club Championship (former Intercontinental Cup)
    • Winners (4): 1969, 1989, 1990, 2007
    • Runners-up (4): 1963, 1993, 1994, 2003
  • Mitropa Cup
    • Winners (1): 1981-82
    • Runners-up (0): Belum pernah
  • Latin Cup (Tidak resmi)
    • Winners (2): 1951, 1956
    • Runners-up (1): 1953

Records

  • Victory: 9-0 v Palermo, February 18, 1951
  • Away victory: 0-8 v Genoa, June 5, 1955
  • Most points in a season (3 pts-win): 82 (2003-04, 18 teams)
  • Most points in a season (2 pts-win): 60 (1950-51, 20 teams)
  • Most victories in a season: 27 (1949-50, 20 teams)
  • Lowest defeats in a season: 0 (1991-92, 18 teams)
  • Most goals scored in a season (by team): 118 (1949-50, 20 teams)
  • Most goals scored in a season: 35 Gunnar Nordahl (1949-50, 20 teams)
  • Lowest goals against in a season (by team): 14 (1987-88, 16 teams)
  • Longest unbeaten run: 58 begun on May 26, 1991 (0-0 v Parma), ended on March 21, 1993 (0-1 v Parma)
  • Most appearances: 584 Paolo Maldini (out of 821)
  • Most goals scored: 210 Gunnar Nordahl (out of 221)

Fondazione Milan

Lahir pada tahun 2003, Fondazione Milan adalah sebuah NPO (organisasi nirlaba) yang bekerja bagi orang-orang yang  dalam keadaan sulit, dan perhatian  khususnya terhadap anak-anakdanorangtua. Fondazione Milan sangat berhubungan dengan tim sepak bola AC Milan buktinya, Dewan Direksi Fondazione adalah orang-orang penting dari klub seperti AdrianoGalliani,PaoloBerlusconidanPaoloMaldini.
Selama 7 tahun beraktivitas, telah mendukung 68 proyek, penggalangan dana dengan jumlah total lebih dari 4,5 juta euro. Di antara proyek-proyek yang berbeda – beda  kami ingin menggarisbawahi sebagai berikut: Fondazione Milan untuk UNICEF , vaksinasi terhadap enam penyakit yang mengancam kehidupan bagi lebih dari 17.000 anak-anak di Kongo, Fondazione Milan untuk De Marchi Poli , pada 13 Desember 2005 peresmian klinik Pertama, Pusat Bantuan baru, Rumah Sakit Keluarga Kudus di Nazareth,  pembangunan sebuah Neonatology baru dan Intensive Care Unit Departemen, Poliklinik Mangiagalli dan Regina Elena Hospital di Milan, sumbangan lima ventilator pediatrik untuk Departemen Neonatology, Angiomi dan Arterovenous Malformasi Anak “Fondazione Milan” Central Hospital Buzzi untuk Anak.

Milanello Sports Centre

Milanello Sports Center


Milanello Sports Centre diresktrukturusasi dan di renovasi ulang secara sempurna pada masa kepemimpinan Silvio Berlusconi. Milanello kini adalah pusat olahraga paling prestisius dan inovatif di Eropa. Berlokasi di sebuah bukit pada 300m di atas permukaan laut, dengan jarak hanya 50km dari kota Milan, dan dekat kota Varese, Milanello dapat dicapai dengan mudah melalui jalan raya.

Suasana latihan tim di milanelo      

Pusat olahraga ini, dibangun pada tahun 1963, yang bertempat diatas padang rumput seluas 160.000 meter persegi, yang juga terdiri dari hutan cemara dan danau kecil yang berlokasi antara kota Carnago, Cassano Magnago dan Cairate.

Milanello saat ini merepresentasikan sebuah aset penting tidak hanya untuk klub AC Milan, namun juga untuk sistem sepakbola Italia secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari kesungguhan  Andrea Rizzoli dalam membangunnya. Kelanjutannya ditegaskan oleh Silvio Berlusconi, yang bersamanya berharap agar dapat menyediakan pelatih, trainer, dan pemain sebuah pusat olahraga komprehensif yang didesain untuk segala kebutuhannya.Fasilitas tingkat lanjut di Milanello pernah digunakan juga oleh Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC-PSSI nya Italia) untuk persiapan tim nasional untuk turnamen-turnamen penting seperti Piala Eropa tahun 1988, 1996, dan 2000.
Ruang yang Ekslusif

Dengan kelengkapannya, Milanello terdiri dari enam lapangan reguler, 1 rumput sintesis (seluas 35x30m), 1 lapangan indoor dengan tanah sintesis (42x24m), dan sebuah lapangan rumput kecil outdoor yang disebut CAGE“, karena lapangan tersebut dikelilingi tembok setinggi 2,3m dan ditutup pagar setinggi 2,5m.

Di dalam cage, permainan tidak akan pernah berhenti, dengan bola selalu bergerak agar dapat menambah kecepatan. Lintasan lari terbuat dari papan kayu dengan panjang sekitar 1.200m dalam berbagai variasi ketinggian yang sering digunakan selama musim pertandingan untuk pelatihan fisik (berlari dan bersepeda) dan pemulihan cedera pemain.

Gedung utama adalah pusat gedung dengan dua lantai (plus basement) kantor, ruang pemain, penghangat ruangan, ruang TV, kolam renang, bar, dapur, 2 ruang makan, ruang press, ruang meeting, laundry, dan Medical Centre.

Gedung utama berikut adalah gedung untuk tamu ditempatkan, yang juga beberapa pemain dari Departemen Pemain Muda tinggal. Para pemain muda ini datang dari berbagai tempat di Italia dan dari luar negeri juga. Pergi ke sekolah seperti anak remaja pada umumnya, dan pada siang hari mereka menghadiri sesi latihan di lapangan untuk mengasah kemampuan mereka.

Ruang Ganti

Gedung terpisah masing-masing dari ruangan utama yang terdiri dari dua ruang ganti (satu untuk tim utama, dan yang lain untuk tim yunior) dan sebuah gym yang sangat modern dengan peralatan Technogym tingkat lanjut, adalah kebanggaan Milan.

Gym
Gym yang ada benar-benar direnovasi pada musim 2000-2001. Ruang latihan indoor diperluas dua kalinya. Sebuah Gym yang berteknologi tinggi dapat memberikan perkiraan latihan dan evaluasi jadwal latihan untuk masing-masing pemain.Hal tersebut adalah salah satu yang paling inovatif dimana pemain dan staff dapat menggunakan peralatan konvensional dan tercanggih di dunia.

Renovasi peralatan Gym di Milanello menyediakan mesin untuk melatih kekuatan otot dan jantung, mesin untuk pemulihan sendi dan evaluasinya (REV 9000), Technogym System, kunci untuk mengatur protokol program pelatihan dan rehabilitasi individu.

Milanello saat ini telah diakui oleh semua operator internasional sebagai pusat olahraga nomor satu di dunia. Tim nasional Italia sering menunjuknya sebagai lokasi untuk melatih para pemain dalam menghadapi turnamen, seperti Piala Dunia atau Piala Eropa. Fasilitas Akomodasi dan pelayanan terbaik yang ditawarkan di Milanello dalam kondisi ideal oleh manajemen terbaik bagi aktifitas olahraga pada tingkat kualitas yang tinggi.

Milan Lab

Science and Technology

MilanLab adalah High Tech Scientific Research Centre didirikan oleh AC Milan dengan motivasi yang kuat, beroperasi sejak Juli 2002, dan didasarkan oleh Milanello Sporting Centre. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan psiko-fisik atlet dengan mempercayakan tugas ini ke MilanLab, yang merupakan kombinasi ideal ilmu pengetahuan, teknologi, IT, cybernetics dan psikologi.

Tujuan

MilanLab memberikan kontribusi kuat untuk mengoptimalkan hasil tim. Tujuan dari studi dan penelitian ini adalah untuk memungkinkan atlet untuk mencapai kinerja yang paling optimal mungkin, untuk mengurangi risiko cedera dan untuk bertindak dalam pengambilan keputusan untuk mendukung staf teknis dan hirarki klub dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Kesehatan pemain: semakin baik  dan lebih berharga

Objek utama dari MilanLab adalah perlindungan masing-masing pemain. Psiko-fisik pemain adalah aset yang lebih berharga daripada tim sepak bola secara keseluruhan, di bahwa mereka yang mengambil lapangan lebih penting dari sudut pandang olahraga dari dari segi ekonomi.

 Pendekatan sistematis organisasi sebagai jumlah komponennya

MilanLab mengambil kerja kedepan melalui pengembangan konsep visi sistematis ‘dari sebuah tim sepak bola. Apapun organisasinya, baik itu perusahaan atau tim sepak bola, maka dapat dianggap sebagai ‘entitas’ yang terdiri dari berbagai sub-sistem yang bekerja bersama untuk menentukan hasil keseluruhan dari sistem utama. Produktivitas keseluruhan sistem disediakan dari masukan dari setiap sistem sub-tunggal yang terdiri dari sub – sub itu. Untuk memaksimalkan hasil secara keseluruhan itu perlu karena itu untuk mengoptimalkan produktivitas setiap sub-sistem yang terkait, jumlah terbesar mengumpulkan informasi dari semua daerah yang terlibat dalam proses.

The functional levels

Pada dasarnya Milanlab mempunyai visi yang mendominasi pemahaman kesehatan  total fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang tergantung pada keseimbangan tiga tingkat fungsional utama: (neuro) struktural, biokimia dan mental yang bersama-sama semuanya mewakili bidang partisipasi.
(Neuro) structural area: didasarkan pada pendekatan chiropractor yang menekankan kemampuan intrinsic tubuh untuk sembuh tanpa  obat atau intervensi bedah. Biochemical area : tubuh dianggap sebagai entitas fisio-kimia-biologis, dengan fokus pada perubahan bio-kimia yang terjadi dalam tubuh selama latihan. Mental area : studi dan pemantauan kondisi psikologis atlet yang mengambil keuntungan dari Mind Room, sebuah kaca-dalam fasilitas yang membantu pemain rileks dan mengurangi stres. Pelatihan mental yang berlangsung 20 menit dan berlangsung setelah setiap sesi pelatihan. Program ini memungkinkan hingga delapan pemain pada satu waktu untuk menggunakan kursi ergonomis yang nyaman untuk melihat gambaran ketenangan  sementara psikolog memantau kondisi mental mereka melalui miniature electrodes yang dipasang ke kepala pemain ‘yang mengirim sinyal dari  kepala ke komputer. Kepala psikolog Mind Room adalah Dokter Bruno Demichelis, psikolog Milan yang menggunakan fasilitas untuk meningkatkan tingkat pemulihan para pemain antara pertandingan dan untuk menyediakan lingkup bagi mereka untuk mengatasi stres .

Artificial intelligence dalam pelayanan olahraga

MilanLab mengambil keuntungan dari teknologi terbaru perangkat lunak canggih  yang tersedia dalam rangka untuk mengumpulkan dan memproses informasi. Sistem kecerdasan buatan mengumpulkan dan memproses informasi, mekanisme otodidak dengan kemampuan ‘untuk belajar’ melalui proses data hafal yang dapat menentukan faktor yang akan menyebabkan pemain menderita cedera. Informasi psiko-fisik tentang setiap pemain dikumpulkan melalui sistem canggih yang terhubung ke titik output Unysis dan didukung oleh instalasi perangkat keras yang disediakan oleh AMD. Pada titik ini, program software canggih yang dikembangkan oleh Computer Associates melakukan analisis saraf dan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengubah sejumlah besar statistik medis numerik menjadi prediksi bermakna melalui teknologi PAS (Predictive Analysis Server), sebuah sistem yang bekerja untuk memprediksi risiko yang mungkin diterima pemain.

Research partnership

MilanLab adalah pusat penelitian multi-disiplin dan proyek pengembangan yang terlihat untuk masa depan, mengambil keuntungan dari data yang diperoleh dari pengalaman masa lalu. Dalam hal ini, Milanlab telah mengembangkan kemitraan penelitian dengan pusat riset internasional paling bergengsi: SENSEable City Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Boston (USA); Departemen Bioengineering dari University of Louvain-la-Neuve (Belgia) dan Pusat Penelitian Epistemology Knowledge and Application (CRESA) dari Universitas Vita-Salute San Raffaele.

San Siro

Sejarah stadion San Siro

Sebuah hadiah dari Pirelli

San Siro (nama yang memiliki kapel yang dipersembahkan kepadanya di pinggiran kota ini) stadion ini adalah hadiah dari presiden Milan Piero Pirelli (yang bertugas dari 1909 selama dua puluh tahun) untuk  Milan. Stadion ini dibangun hanya dalam 13 bulan setengah, berkat kerja keras 120 pekerja konstruksi. Total biaya operasional mencapai lima juta lira atau sekitar tiga  setengah juta euro. Stadion ini dirancang oleh Ulisse Stacchini, seorang arsitek yang handal yang bekerja di pusat kota Milan Central Station, dan insinyur terkenal Alberto Cugini.

The inauguration

San Siro dirancang berdasarkan model stadion di inggris, hanya untuk sepak bola dengan empat sisi tiang yang kokoh ,kapasitas 35.000 bangku  penonton. Dibuka pada 19 September 1926 ketika sebuah stadion dikemas untuk menyaksikan kekalahan Inter Milan 6-3.  Pertandingan liga pertama dimainkan pada 19 September  1926 ketika Milan kalah 2-1 untuk Sampierdarenese sementara pertandingan internasional pertama berlangsung pada tanggal 20 Februari 1927 dan Italia bermain imbang 2-2 dengan Cekoslovakia. Hingga akhir 1945, San Siro tetap milik eksklusif sementara Inter Milan yang memainkan pertandingan kandangnya di Arena di pusat kota. “The Teater of Football’ tmengalami masa renovasi  sejak itu untuk menciptakan monumen  untuk permainan seperti saat ini.

Pengembangan Pertama

Milan menjual stadion ke dewan kota pada tahun 1935 dan tiga tahun kemudian keputusan itu diambil untuk mengembangkan diri. Sepakbola telah menjadi lebih dan lebih dari sebuah fenomena massa sehingga San Siro harus diperluas untuk memenuhi permintaan.

Arsitek Rocca dan insinyur Calzolari diberi tugas dan mereka mengambil keuntungan dari struktur yang sudah ada sebelum yang mendukung interior untuk membangun sebuah eksternal jalan untuk memungkinkan akses ke stadion. Pada tahun 1952, kapasitas awalnya ditetapkan pada 150.000 tapi setelah diskusi dengan dewan kota akhirnya angka nominal tersebut ditolak. Setelah menghabiskan 5,1 juta lira pada modernisasi stadion, pelantikan berlangsung pada 13 Mei 1939 ketika Italia bermain imbang 2-2 dengan Inggris. Hasil pendapatan dari penjualan karcis pertandingan mencapai 1,2 juta lira.

 Pengembangan kedua

Perluasan kedua stadion dimulai pada tahun 1954 dan 12 bulan kemudian, pada 26 Oktober 1955, dibuka dengan kapasitas 85.000. Set pertama dari lampu sorot dipasang pada tahun 1957 dan papan skor elektronik diikuti pada tahun 1967. Lampu sorot telah dimodernisasi pada tahun 1979 ketika kedua  deretan dikembangkan.Stadion ini secara resmi berganti nama untuk menghormati Giuseppe Meazza, Inter terkenal dan pemain Milan tahun 1930-an dan 1940-an, pada tanggal 3 Maret 1980. In 1986, the first tier became an all-seated numbered and coloured section. Pada tahun 1986, tingkat pertama semua tempat duduk diberi nomor dan diberi warna. The main central stand became red, the stands around and facing that, orange, the north stand behind the goal, green and the south stand where the Milan fans gather, blue. Tempat duduk utama diberi warna merah, tempat duduk sekitar lapangan dan menghadap kedepan,diberi warna orange, tempat duduk utara di belakang gawang, diberi warna hijau ,dan tempat duduk sebelah selatan di mana para fans Milan berkumpul, di beri warna biru.

 Pengembangan ketiga

Untuk event Piala Dunia 1990, Kota Milan memutuskan untuk melanjutkan  merenovasi stadion “Meazza” setelah mereka menolak gagasan untuk membangun stadion baru karena alasan biaya tinggi dan keterbatasan waktu yang tersedia. Ide pertama adalah merancang sebuah proyek futuristik dan menakjubkan. Pembangunan dimulai dari cincin ketiga dan atap untuk menutupi semua penonton. Proyek ini didesain oleh Arsitek Giancarlo Ragazzi , Arsitek Enrico Hoffer dan Insinyur Leo Finzi, terdiri dari pembangunan ring ketiga dari tempat duduk, tempat istirahat yang mendukung yang dirancang secara independen di sekitar stadion yang ada.

Struktur cincin ketiga baru bertumpu pada sebelas menara silinder untuk memperkuat tiang beton. Menara ini juga menyediakan akses ke tempat duduk berbagai layanan tersedia secara independen dari  konstruksi yang ada. Empat menara ini juga mendukung retikuler pencahayaan di atap. Untuk memberikan kenyamanan maksimal semua kursi baru ditempatkan secara ergonomis, di beri nomor dan berwarna dalam empat warna berbeda untuk mengidentifikasi empat sektor utama stadion. 85,700 bangku penonton  semua ditutupi dengan atap yang melengkung untuk melindungi yang terbuat dari polikarbonat.

Selanjutnya adalah memasang sistem drainase baru dan sistem pemanas dan sistem pencahayaan baru.Pada 8 Juni 1990  stadion  menyelenggarakan pembukaan Piala Dunia  dengan pertandingan Camerun vs Argentina. Sejak saat itu “Scala del Calcio” menjadi tuan rumah untuk memuaskan nafsu jutaan penggemar sepak bola.Selama musim panas 2008, karena untuk memenuhi standar baru UEFA, konstruksi stadion di perbaharui kapasitas stadion ditambah menjadi 80,018 penonton.

The figures Angka-angka

Untuk menyelesaikan pembangunan diperlukan 10.000 kwintal semen, 3.500 meter kubik pasir dan 1.500 kwintal besi. Dalam rangka untuk menandai luar lapangan, 80kg kapur diperlukan untuk menutupi dimensi panjang 105 meter dan lebar 68 meter. perimeter, balok 204 dari 296 meter dan berat masing-masing 1.100 dan 2.000 ton.  Atapnya dilengkapi dengan 256 lampu sorot yang memancarkan cahaya 3.500 watt. Dalam rangka melaksanakan pembangunan utama, dua penderek dengan tinggi 64 meter sengaja dipasang. Di dalam stadion, ada pintu keluar darurat dan lift layanan dengan kapasitas berat 1.000 kg. Stadion San Siro terletak di seberang jalan kota ras dan enam kilometer dari pusat kota Milan.

 Tidak hanya sepak bola

Stadion San Siro adalah simbol kota Milan (seperti yang dilansir Scala dan Duomo) dan itu terkenal tidak hanya untuk sepak bola tetapi untuk peristiwa besar lainnya yang menjadi sejarah. Misalnya pertandingan tinju antara Duilio Loi dan Carlo Ortis (1 September 1960), sebuah pertandingan kembali untuk gelar dunia junior campuran. Ada 53,043 orang, 8 ribu di dekat ring tinju untuk acara ini. Pertandingan itu dimenangkan oleh Italia dan menghasilkan 130 juta. Stadion ini juga telah menyelenggarakan beberapa konser musik. Bob Marley (27 Juni 1980) menunjukkan aksinya di bawah Kurva Utara. Ada 90 ribu orang untuk menyambut para musisi Jamaika. Penyambutan yang sama juga ditunjukkan untuk pertunjukan Springstee Bruce (1985). Bahkan The Red Stand juga menjadi tuan rumah acara disko terbuka. Sekarang, di bawah Kurva Selatan, terdapat sebuah museum yang menampilkan semua sejarah AC Milan dan Inter FC melalui memorabilia dari orang-orang yang membuat sejarah itu. Stadion ini dikunjungi oleh 50 ribu orang ketika tidak ada pertandingan. Sejak 1 Juli 2000 San Siro dikelola bersama oleh AC Milan dan Inter FC.

Hall of fame

The greatest rossoneri ever

Hall of Fame

“Learn from the past to create your future”

 Belajar dari masa lalu untuk menciptakan masa depan Anda.

Sejarah gemilang AC Milan terkenal dengan Club  juara berkat andil besar yang  penulis halaman kenangan ini. In this section you can find, in right column, some of the most important players from the past in alphabetical order. Pada bagian ini Anda dapat menemukan, beberapa pemain yang paling penting dari masa lalu dalam urutan abjad.

Ada banyak juara dengan peran utama di masa lalu rossoneri. Dimulai dengan legendaris Gre-No-Li (Pemain Swedia yang dibentuk oleh Gren-Nordhal-Liedholm) kemudian Baresi  dan Tassotti, kemudian Van Basten, Gullit dan Rijkaard.

Hall of Fame

Demetrio Albertini,         Josè Altafini           Carlo Ancelotti                  Roberto Baggio

Oliver Bierhoff           Franco Baresi               Zvonimir Boban                 Ruben Buriani

Fabio Capello              Alessandro Costacurta            Fabio Cudicini           Nelson Dida  

Leonardo De Araujo        Marcel Desailly           Roberto Donadoni          Filippo Galli

Sérgio Cláudio Dos Santos         Marcos Evangelista de Morais                 Alberigo Evani          

Giovanni Galli      Gunnar Gren    Ruud Gullit             Cesare Maldini       Aldo Maldera

Ricardo Izecson dos Santos Leite (Ricardo Kaka’)        Paolo Maldini        Frank Rijkaard

Nils Liedholm       Giovanni Lodetti                   Luigi Radice

Daniele Massaro         Gunnar Nordahl       Pierino Prati          Roberto Rosato   Dejan Savicevic

Gianni Rivera               Sebastiano Rossi         Manuel Rui Costa             Dino Sani  

Juan Alberto Schiaffino         Karl Heinz Schnellinger          Andriy Shevchenko

Marco Simone                angelo Benedicto Sormani Mauro               Tassotti Giovanni Trapattoni

Marco Van Basten                         Pietro Paolo Virdis                             George Weah

Milan Channel è il Canale tematico ufficiale dedicato all’AC Milan

(Milan Channel is the official thematic channel dedicated to AC Milan)

Milan Channel adalah saluran resmi klub didedikasikan untuk AC Milan: dengan program 24 jam sehari, tujuh hari seminggu yang didedikasikan untuk alam semesta Milan. Pertama untuk memulai, pertama dalam jumlah pelanggan, karena itu pertama ke mana-mana, selalu. Milan Channel siaran Milan belum pernah Anda lihat sebelumnya tinggal ke rumah Anda untuk memberi makan semangat Rossoneri 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

 Milan Channel menyiarkan semua berita tentang hasil pertandingan terdahulu dan preview pertandingan selanjutnya, konferensi pers, sesi latihan dari Milanello, wawancara eksklusif dengan bintang-bintang Rossoneri, live link dengan stadion sebelum dan sesudah pertandingan Serie A dan Coppa dan tayangan pertandingan tunda semua secara penuh . Milan Channel menyediakan program menghibur bagi pelanggan, dengan mengundang talkshow para ahli yang paling berkontribusi dari Milan serta melibatkan pemirsa di line telepon. adalah saluran pilihan yang tersedia pada Channel Sky pada saluran 230.

Sponsor

Official Sponsor

Fly Emirates
Adidas
Audi Nivea Intesa Sanpaolo Dolce&Gabbana; MSC TIM
AWS Bavaria Ricoh Nutrilite Sony liotontrauma
Lottomatica
Adecco Powerade nH Hoteles Pigna
Caldirola Parmacotto Florida Radio Italia Eagle Pictures RVA Valvitalia Sun Devices Levissima Dolcegusto
Armando de Angelis Technogym Grafiche Casbot Limonta Sixtus Carta Viva Halgo Europe Santa Margherita Più Vacanze
Sky
Mediaset Premium