Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Persib Bandung
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola
Indonesia Bandung
Julukan Maung Bandung
Pangeran Biru
Didirikan 14 Maret 1933
Stadion Stadion Si Jalak Harupat
Soreang, Bandung, Indonesia
(Kapasitas: 40.000)
Direktur Jendral Bendera Indonesia Glenn Sagita
Pelatih Bendera Indonesia Daniel Roekito
Liga Indonesia Super League
ISL 2009-2010 Peringkat 4
Kelompok suporter Bobotoh dan Viking
 Situs Web                        : http://www.persib.co.id
Soccerball current event.svg Musim ini

Persib Bandung, atau sering disingkat menjadi Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah salah satu tim sepak bola Indonesia. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.

Sejarah

1933 – 1940

Sebelum lahir nama Persib, pada tahun 1923 di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain bernama Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933 kedua klub itu sepakat melebur dan lahirlah perkumpulan baru yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umum. Klub- klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi. Setelah tampil tiga kali sebagai runner up pada Kompetisi Perserikatan 1933 (Surabaya), 1934 (Bandung), dan 1936 (Solo), Persib mengawali juara pada Kompetisi 1939 di Solo.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan “kelas dua”. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan “perang dingin” dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

1941 – 1969

Setelah Indonesia merdeka, pada 1950 digelar Kongres PSSI di Semarang dan Kompetisi Perserikatan. Persib yang pada saat itu dihuni oleh Aang Witarsa, Amung, Andaratna, Ganda, Freddy Timisela, Sundawa, Toha, Leepel, Smith, Jahja, dan Wagiman hanya mampu menjadi runner-up setelah kalah bersaing dengan Persebaya Persebaya.

Pada tahun 50-an Aang Witarsa dan Anas menjadi pemain asal Persib pertama yang ditarik bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk bermain di pentas Asian Games 1950.

Prestasi Persib kembali meningkat pada 1955-1957. Munculnya nama-nama seperti Aang Witarsa dan Ade Dana yang menjadi wakil dari Persib di tim nasional untuk berlaga di Olimpiade Melbourne 1956. Pada ajang itu, tim nasional Indonesia berhasil menahan imbang Uni Sovyet sehingga memaksa diadakan pertandingan ulang yang berujung kekalahan telak untuk Indonesia dengan skor 4-0.

Persib makin disegani. Pada Kompetisi 1961 tim kebanggaan “Kota Kembang” itu meraih juara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan PSM Ujungpandang. Materi pemain Persib saat itu adalah Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, Suhendar, dll. Karena prestasinya itu, Persib ditunjuk mewakili PSSI di ajang kejuaraan sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan pada 1962. Bintang Persib saat itu juga telah lahir Emen “Guru” Suwarman.

Setelah itu, prestasi Persib mengalami pasang surut. Prestasi terbaik Persib di Kompetisi perserikatan meraih posisi runner up pada 1966 setelah kalah dari PSM di Jakarta.

1970 – 1985

Pada tahun 70-an, Persib mengalami masa sulit dan miskin gelar. Namun, Max Timisela, yang menempati posisi gelandang menjadi langganan tim nasional. Puncaknya pada Kompetisi Perserikatan 1978-1979, Persib terdegradasi ke Divisi I.

Kondisi itu membuat para pembina Persib berpikir keras untuk melakukan revolusi pembinaan. Dipersiapkanlah tim junior yang ditangani pelatih Marek Janota (Polandia). Kemudian, tim senior diarsiteki Risnandar Soendoro. Gabungan pemain junior dan senior ini membuahkan hasil karena Persib berhasil promosi ke Divisi Utama dengan materi pemain seperti Sobur (kiper), Giantoro, Kosasih B, Adeng Hudaya, Encas Tonif, dll.

Hasil polesan Marek ini lahirlah bintang-bintang Persib seperti Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Suryamin, Dede Iskandar, Boyke Adam, Sobur, Sukowiyono, Iwan Sunarya, dll. Hasil binaan Marek ini membawa Persib lolos ke final bertemu PSMS pada Kompetisi Perserikatan 1982-1983 dan 1984-1985. Dua kali Persib harus puas sebagai runner up setelah kalah adu penalti. Pada final 1984-1985 mencatat rekor penonton karena membeludak hingga pinggir lapangan. Dari kapasitas 100.000 tempat duduk di Stadion Senayan, jumlah penonton yang hadir mencapai 120.000 orang.

1986 – 1990

Pada tahun 1985 Ateng Wahyudi menjadi ketua umum Persib menggantikan Solihin GP. Harapan yang dinantikan meraih juara kembali akhirnya terwujud. Pada Kompetisi Perserikatan 1986, Persib yang ditangani pelatih Nandar Iskandar meraih juara setelah di final mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 melalui gol tunggal Djadjang Nurdjaman, di Stadion Senayan. Materi pemain Persib saat itu masih hasil polesan Marek Janota seperti Sobur, Boyke Adam (kiper), Robby Darwis, Adjat Sudrajat, Sukowiyono, Yana Rodiana, Adeng Hudaya, Sarjono, Iwan Sunarya, Sidik Djafar, dll.

Prestasi Persib masih tergolong stabil. Meski gelar itu lepas ke tangan PSIS pada Kompetisi 1987 dan Persebaya pada 1988, Persib masih berlaga di Senayan. Persib kembali meraih gelar juara pada Kompetisi 1990 setelah mengalahkan Persebaya 2-0 melalui gol bunuh diri Subangkit, dan Dede Rosadi. Saat itu, Persib yang ditangani pelatih Ade Dana dengan asisten Dede Rusli dan Indra Thohir diperkuat: Samai Setiadi (kiper), Robby Darwis, Adeng Hudaya, Ade Mulyono Asep Sumantri, Nyangnyang/Dede Rosadi, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Adjat Sudrajat, Dede Iskandar, Djadjang Nurdjaman.

1991 – 1994

Pada Kompetisi 1991-1992, Persib gagal mempertahankan gelar setelah kalah 1-2 dari PSM di semifinal, dan 1-2 dari Persebaya pada perebutan tempat ketiga dan keempat. Pada tahun 1993 Wahyu Hamijaya dipilih menjadi ketua umum Persib menggantikan Ateng Wahyudi. Pada kompetisi penutup Perserikatan 1993-1994 Persib meraih gelar juara setelah di final mengalahkan PSM 2-0 melalui gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso. Persib pun berhak membawa pulang Piala Presiden untuk selamanya karena kompetisi berikutnya berubah nama menjadi Liga Indonesia, yang pesertanya dari Galatama dan Perserikatan.

Saat merebut gelar juara Kompetisi Perserikatan terakhir, trio pelatih yang menangani Persib adalah Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, dan Emen “Guru” Suwarman. Materi pemainnya, yakni Aris Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana, Sutiono Lamso, Kekey Zakaria, Yudi Guntara.

Persib kembali mencatatkan namanya dalam sejarah kompetisi Liga Indonesia. Persib berhasil mencapai final dan menggengam trofi juara dengan menaklukkan Petrokimia Putra dihadapan lebih kurang 80.000 penonton di partai final dengan skor 1-0 melalui gol Sutiono Lamso pada menit ke-76. Sorai-sorai pun bergemuruh di Stadion Utama Senayan Jakarta. Saat itu, Persib ditangani trio pelatih Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, Emen “Guru” Suwarman. Persib menggunakan formasi 3-5-2 dengan materi pemain adalah Anwar Sanusi (kiper), Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Mulyana (belakang). Dede Iskandar (kanan), Nandang Kurnaedi (kiri), Asep “Munir” Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara/Asep Sumantri (gelandang), Kekey Zakaria, Sutiono Lamso (depan).

Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

1995 – 2009

Sayangnya setelah  meraih juara Liga Indonesia I 1994-1995, prestasi Persib mulai menurun. Akan tetapi, dalam kompetisi internasional prestasinya cukup mengesankan karena sempat berlaga sampai perempat final Piala Champion Asia. Namun di tanah air Persib harus merelakan trofi Piala Liga Indonesia jatuh ke tangan saudara se-kota Tim Mastrans Bandung Raya yang akhirnya menjadi juara Liga Indonesia II.

Ternyata perjalanan Persib dalam mengarungi Liga Indonesia tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Meski perombakan di tubuh Persib kerap terjadi, belum juga menuai hasil maksimal, bahkan Persib sempat terancam terdepak dari kompetisi Liga Indonesia karena kerap di posisi papan bawah. Pada Liga Indonesia VII/2001 diarsiteki pelatih Indra Thohir dan Deny Syamsudin, Persib bisa lolos ke babak “8 Besar” di Medan, tetapi akhirnya gagal ke semifinal. Pergantian pelatih pun dilakukan termasuk dengan mendatangkan pelatih dari Polandia, Marek Andrejz Sledzianowski pada Liga Indonesia IX/2003. Namun, Marek Sledzianowski tidak seberuntung seniornya, Marek Janota. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003, Sledzianowski diganti di tengah jalan karena Persib terseok-seok di papan bawah. Untuk menghindari jurang degradasi, pengurus Persib mendatangkan pelatih asing asal Cile, Juan Antonio Paez. Upaya ini berhasil melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama, dan Paez dipertahankan hingga Liga Indonesia X/2004.

Pada Liga Indonesia XI/2005, Indra Thohir kembali dipanggil. Namun, Persib harus puas di peringkat lima. Kompetisi berikutnya, Risnandar Soendoro dipercaya menjadi pelatih. Namun, dia hanya bertahan hingga dua pertandingan awal kandang setelah kalah dari PSIS dan Persiap di Stadion Siliwangi Bandung dan posisinya diganti Arcan Iurie Anatolievici. Pelatih asal Moldova itu kembali dipertahankan untuk menukangi Persib pada Liga Indonesia XIII 2007. Saat itu, Persib sudah diprediksi bakal meraih gelar juara karena pada paruh musim tampil sebagai pemuncak klasemen Wilayah Barat dan memenangkan duel dengan PSM sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur.

Akan tetapi, pada putaran kedua, Persib terpeleset dan prestasinya menurun sehingga menempati peringkat kelima dan gagal lolos ke babak “8 Besar”. Pada Kompetisi Liga Super Indonesia I/2008-2009 untuk kali pertama Persib diracik pelatih dari luar Bandung. Jaya Hartono (Medan), yang membawa Persik Kediri menggondol Piala LI IX/2003 dipanggil untuk meracik Persib. Sayangnya, Persib harus puas menempati peringkat tiga dalam kompetisi yang menggunakan format satu wilayah itu. Pada Liga Super Indonesia II/2009-2010, Persib yang masih ditangani Jaya Hartono kemudian diganti asistennya Robby Darwis pada putaran kedua kompetisi hanya menempati peringkat keempat klasemen akhir.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur’alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Stadion dan Mess

Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakai Stadion Siliwangi.

Pada Indonesian Super League 2008/2009, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat ijin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai “home-base” hingga akhir musim kompetisi.

Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini, kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama West Java Stadium ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.

Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos Persib dll. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.

Sejak diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess itu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.

Prestasi

Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah dalam pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Juara Piala Presiden
Kompetisi Liga Indonesia I
1994-1995

Juara
LSI U-21
2010

Juara Piala Presiden
Perserikatan Divisi Utama
1986, 1990, 1994

Juara
Persib-Persija-Persebaya
1957

Juara Dasawarsa
Perkumpulan Pemuda Kudus
1952-1962

Juara
HUT ke-XX P.N Postel
1965

Juara
Piala Walikota Bogor
1978

Juara
Perserikatan Divisi Utama
1989-1990

Juara
Ultah Kodam VI Siliwangi ke-XVIII

Nasional

Liga

  • Perserikatan
Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1982/1983, 1984/1985

Piala

  • Piala Persija
Juara (1): 1991
  • Piala Kang Dada
Juara (1): 2008

Internasional

  • Liga Champions Asia
Perempat Final (1): 1995

Squad Persib 2010/2011

(Berdasarkan Situs Resmi : Persib  FC

Goal Keepers

PROFIL PEMAIN
Nama
Markus Haris Maulana
Lahir
14 Maret 1981
Medan, Indonesia
Tinggi Badan
185 cm
Posisi
Kiper
Nomor Punggung
81
Klub Sebelumnya
Arema
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Dadang Sudrajat
Lahir
22 Maret 1979
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
170 cm
Posisi
Kiper
Nomor Punggung
32
Klub Sebelumnya
Persikab
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Cecep Supriyatna
Lahir
6 November 1975
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
172 cm
Posisi
Kiper
Nomor Punggung
55
Klub Sebelumnya
Persib
Bergabung ke PERSIB
2004

Defenders

PROFIL PEMAIN
Nama
Wildansyah
Lahir
3 Januari 1987
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
173 cm
Posisi
Bek Kanan
Nomor Punggung
4
Klub Sebelumnya
Persib U-23
Bergabung ke PERSIB
2009

PROFIL PEMAIN
Nama
Maman Abdurahman
Lahir
12 Mei 1982
Jakarta, Indonesia
Tinggi Badan
173 cm
Posisi
Stopper
Nomor Punggung
5
Klub Sebelumnya
PSIS
Bergabung ke PERSIB
2008

PROFIL PEMAIN
Nama
Abanda Herman
lahir
20 Februari 1984
Yaounde, Kamerun
Tinggi Badan
192 cm
Posisi
Stopper
Nomor Punggung
6
Klub Sebelumnya
Persema Malang
Bergabung ke PERSIB
2011

PROFIL PEMAIN
Nama
Gilang Angga Kusuma
Lahir
13 September 1980
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
172 cm
Posisi
Bek Kanan
Nomor Punggung
12
Klub Sebelumnya
Persikab
Bergabung ke PERSIB
2002

PROFIL PEMAIN
Nama
Isnan Ali
Lahir
15 September 1979
Makasar, Indonesia
Tinggi Badan
169 cm
Posisi
Bek Kiri
Nomor Punggung
25
Klub Sebelumnya
Sriwijaya FC
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Nova Arianto
Lahir
4 November 1978
Semarang, Indonesia
Tinggi Badan
183 cm
Posisi
Stopper
Nomor Punggung
30
Klub Sebelumnya
Persebaya
Bergabung ke PERSIB
2008

PROFIL PEMAIN
Nama
Yudi Khoerudin
Lahir
5 September 1987
Karawang, Indonesia
Tinggi Badan
182 cm
Posisi
Stopper
Nomor Punggung
87
Klub Sebelumnya
Produta
Bergabung ke PERSIB
2010

Midfielder

PROFIL PEMAIN
Nama
Atep
Lahir
5 Juni 1985
Cianjur, Indonesia
Tinggi Badan
167 cm
Posisi
Gelandang Kanan / Kiri
Nomor Punggung
7
Klub Sebelumnya
Persija
Bergabung ke PERSIB
2008

PROFIL PEMAIN
Nama
Eka Ramdani
Lahir
18 Juni 1984
Purwakarta, Indonesia
Tinggi Badan
160 cm
Posisi
Gelandang Serang
Nomor Punggung
8
Klub Sebelumnya
Persijatim
Bergabung ke PERSIB
2005

PROFIL PEMAIN
Nama
M. Agung Pribadi
lahir
23 Juli 1989
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
171 cm
Posisi
Gelandang Bertahan
Squad Number
13
Klub Sebelumnya
Persib U-21
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Munadi
lahir
25 Januari 1989
Bekasi, Indonesia
Tinggi Badan
168 cm
Posisi
Gelandang Bertahan
Nomor Punggung
16
Klub Sebelumnya
Persib U-21
Bergabung ke PERSIB
2009

PROFIL PEMAIN
Nama
Matsunaga Shohei
Lahir
07 Januari 1989
Shizuoka, Jepang
Tinggi Badan
174 cm
Posisi
Gelandang Serang
Nomor Punggung
18
Klub Sebelumnya
Ehime FC
Bergabung ke PERSIB
2011

PROFIL PEMAIN
Nama
Jejen Zaenal Abidin
Lahir
17 Desember 1987
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
168 cm
Posisi
Gelandang Kanan
Nomor Punggung
21
Klub Sebelumnya
Persikabo
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Siswanto
Lahir
9 Oktober 1984
Pasuruan, Indonesia
Tinggi Badan
165 cm
Posisi
Gelandang Serang / Kiri
Nomor Punggung
22
Klub Sebelumnya
Persema
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Hariono
Lahir
2 Oktober 1985
Sidoarjo, Indonesia
Tinggi Badan
170 cm
Posisi
Gelandang Bertahan
Nomor Punggung
24
Klub Sebelumnya
Deltras
Bergabung ke PERSIB
2008

PROFIL PEMAIN
Nama
Dias Angga Putra
Lahir
6 Mei 1989
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
168 cm
Posisi
Gelandang Serang
Nomor Punggung
26
Klub Sebelumnya
Persib U-21
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Miljan Radovic
lahir
18 Oktober 1975
Montenegro
Tinggi Badan
183 cm
Posisi
Gelandang Serang
Nomor Punggung
58
Klub Sebelumnya
OFK Petrovac
Bergabung ke PERSIB
2011

PROFIL PEMAIN
Nama
Rendi Saputra
Lahir
28 April 1989
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
175 cm
Posisi
Gelandang Serang
Nomor Punggung
71
Klub Sebelumnya
Persib U-21
Bergabung ke PERSIB
2010

Forward

PROFIL PEMAIN
Nama
Airlangga Sutjipto
Lahir
22 November 1985
Jakarta, Indonesia
Tinggi Badan
171 cm
Position
Striker
Squad Number
9
Klub Sebelumnya
Deltras Sidoarjo
Bergabung ke PERSIB
2008

PROFIL PEMAIN
Nama
Hilton Mauro Moreira
Lahir
27 Februari 1981
Brazil
Tinggi Badan
173 cm
Posisi
Striker
Nomor Punggung
10
Klub Sebelumnya
Persib
Bergabung ke PERSIB
2008

PROFIL PEMAIN
Nama
Rachmat Afandi
Lahir
5 April 1984
Jakarta, Indonesia
Tinggi Badan
172 cm
Posisi
Stirker
Nomor Punggung
11
Klub Sebelumnya
Arema
Bergabung ke PERSIB
2010

PROFIL PEMAIN
Nama
Cristian Gonzalez
Lahir
30 Agustus 1976
Montevideo, Uruguay
Tinggi Badan
177 cm
Posisi
Striker
Nomor Punggung
99
Klub Sebelumnya
Persik
Bergabung ke PERSIB
2009

Pemain Masuk

  • Bendera Montenegro Miljan Radovic dari OFK Petrovac {First League Montenegro)
  • Bendera Jepang Shohei Matsunaga dari Ehime FC (J League Division 2)
  • Bendera Kamerun Herman Abanda dari Persema Malang (Liga Primer Indonesia)
  • Bendera Indonesia Isnan Ali dari Sriwijaya FC (Indonesia Super League)
  • Bendera Indonesia Rachmat Affandi dari Arema Indonesia FC (Indonesia Super League)
  • Bendera Indonesia Dadang Sudrajat dari Arema Indonesia FC (Indonesia Super League)

Pemain Keluar

  • Bendera Singapura Baihakki Khaizan Ke Medan Chiefs (Liga Primer Indonesia)
  • Bendera Singapura Shahril Ishak Ke Medan Chiefs (Liga Primer Indonesia)
  • Bendera Argentina Pablo Alejandro Frances dipinjamkan Ke Persikab (Divisi Utama Liga Indonesia)

Official

Posisi Nama
Ketua Umum H. Dada Rosada
Direktur Jendral Glenn Sagita
Manager H. Umuh Muchtar
Ass Manager H. Dedy Firmansyah
Direktur Teknik Jovo Cuckovic
Pelatih Utama Daniel Roekito
Asisten Pelatih Robby Darwis
Pelatih Kiper Anwar Sanusi
Pelatih Fisik Drs. Entang Hermanu
Pelatih U-21 Mustika Hadi
Manager U-18 Edi Djukardi
Pelatih U-18 Asep Sumantri
Manager U-15 Sigit Iskandar
Pelatih U-15 Anggi Prasetya
Dokter Tim Mohammad Raffi Ghani
Psikolog Hesdi Wahyudi
Bidang Umum Amin Suganda
Bidang Umum Zulkarnaen
Ketua Panpel Budi Bram Rachman
Masseur Emen Suwarman
Masseur Sutisna
Masseeur Wara Muharam

Badan Hukum

PT. Persib Bandung Bermartabat

Posisi Nama
Direktur Jendral Glenn Sagita
Manager H. Umuh Muchtar
Assistant Manager Deddy Firmansyah
Direktur Keuangan Merdi Hazizi
Direktur Marketing dan Development Veby Permadi
Direktur Pengembangan Ari D. Sutedi
Komisaris Utama Zainuri Hasyim
Komisaris Kuswara S. Taryono
Wakil Komisaris Utama Pieter Tanuri

Suporter

Persib Bandung memiliki penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengingat catatan historis sebagai tim kebanggaan dari ibu kota provinsi Jawa Barat. Penggemar Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga Indonesia, Bobotoh kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti Viking Persib Club, Bomber, Rebolan, Jurig Persib, Casper dan Persib-1337. Viking Persib Club memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Sudah banyak peristiwa maupun insiden-insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali meminta Viking dan The Jak untuk berdamai. Namun, sama sekali tak ada titik terang untuk mendamaikan mereka. Pada saat Persib dan Persija bertemu, biasanya pihak Polda Metro Jaya (bila pertandingan akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno) dan pihak Polwiltabes Bandung (bila pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau di Stadion Si Jalak Harupat) akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan izin pertandingan tersebut karena begitu besarnya potensi terjadinya kerusuhan antara suporter kedua tim.

Sponsor Persib 2009/2010

    • Corsa
    • Yomart
    • Evalube
    • Sozzis
    • Honda – Daya Adira Mustika
    • Bank Jabar-Banten

Sponsor Apparel

  • ISLMusim 2008/2009
    • Villour
  • ISLMusim 2009/2010
    • Diadora
  • ISLMusim 2010/2011
    • Joma

Sponsor Persib 2010/ 2011

Premium Sponsor

Platinum Sponsor

JOMA
Joma Sport adalah perusahaan produk olahraga dari Spanyol, didirikan pada 1965 oleh Fructuoso Lopez. Joma memiliki jaringan distribusi lebih dari 28 negara, termasuk Indonesia yang lisensinya dipegang oleh PT Allsports’78.
EVALUBE
Dibuat dari bahan berkualitas tinggi serta komponen adiktif terbaik, di produksi menggunakan teknologi paling mutakhir dengan sistem komputerisasi.
YOMART
Perusahaan ritel modern yang berfokus di bidang minimarket yang telah melayani kebutuhan masyarakat akan barang kebutuhan sehari-hari.
CORSA

Official Sponsor

Statistik Pertandingan 2010-2011

Liga Super Indonesia Top Scorer
Pertandingan 25 C. Gonzalez (6)
Menang 9 Airlangga (5)
Seri 6 Miljan, Abanda (4)
Kalah 10 Atep, Matsunaga, P. Frances, Hilton (3)
Gol Memasukkan 38 Eka Ramdhani, Rachmat Afandi (2)
Gol Kemasukan 40 Isnan Ali, Jejen Zaenal (1)
Jumlah Pemain 25
Kartu Kuning 30
Kartu Merah 2
Piala Indonesia Top Scorer
Pertandingan 0
Menang 0
Seri 0
Kalah 0
Gol Memasukkan 0
Gol Kemasukan 0
Jumlah Pemain 0
Kartu Kuning 0
Kartu Merah 0

Grafik Pertandingan ISL 2010-2011

 

Pelatih

Pelatih Liga Indonesia

Tahun Pelatih
1994/1995 Bendera IndonesiaIndra Thohir
1995/1996 Bendera IndonesiaRisnandar Soendoro
1996/1997 Bendera IndonesiaNandar Iskandar
1997/1998 Bendera IndonesiaNandar Iskandar
1998/1999 Bendera IndonesiaM. Suryamin
1999/2000 Bendera IndonesiaM. Suryamin Bendera IndonesiaIndra Thohir
2000/2001 Bendera IndonesiaIndra Thohir
2001/2002 Bendera IndonesiaDeny Syamsudin
2003/2004 Bendera PolandiaMarek Andrejz Sledzianowski Bendera IndonesiaBambang Sukowiyono & Iwan Sunarya(caretaker) Bendera ChiliJuan Antonio Paez
2004/2005 Bendera ChiliJuan Antonio Paez
2005/2006 Bendera IndonesiaIndra Thohir
2006/2007 Bendera IndonesiaRisnandar Soendoro Bendera IndonesiaDjadjang Nurdjaman & Dedi Sutendi (caretaker) Bendera MoldovaIurie Arcan Anatolievichi
2007/2008 Bendera MoldovaIurie Arcan Anatolievichi Bendera IndonesiaDjajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker)
2008/2009 Bendera IndonesiaJaya Hartono
2009/2010 Bendera IndonesiaJaya Hartono Bendera IndonesiaRobby Darwis(caretaker)
2010/2011 Bendera PerancisDaniel Darko Jankovic Bendera SerbiaJovo Cuckovic Bendera IndonesiaDaniel Roekito

Nama-nama pemain legendaris Persib Bandung

  • Bendera Indonesia R. Soetjipto Soentoro
  • Bendera Indonesia Adeng Hudaya
  • Bendera Indonesia Sobur
  • Bendera Indonesia Muhammad Syahid
  • Bendera Indonesia Wowo Sunaryo
  • Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
  • Bendera Indonesia Nandar Iskandar
  • Bendera Indonesia Dede Iskandar
  • Bendera Indonesia Djajang Nurjaman
  • Bendera Indonesia Max Timisela
  • Bendera Indonesia Heri Kiswanto
  • Bendera Indonesia Dadang Kurnia
  • Bendera Indonesia Adjat Sudradjat
  • Bendera Indonesia Robby Darwis
  • Bendera Indonesia Sutiono Lamso
  • Bendera Indonesia Yusuf Bachtiar
  • Bendera Indonesia Anwar Sanusi
  • Bendera Indonesia Budiman Yunus
  • Bendera Indonesia Yadi Mulyadi
  • Bendera Indonesia Kekey Zakaria
  • Bendera Indonesia Nur’alim
  • Bendera Indonesia Yaris Riyadi
  • Bendera Indonesia Yudi Guntara

Pemain Asing

CONMEBOL

  • Bendera Argentina Adrian Colombo
  • Bendera Argentina Pablo Frances
  • Bendera Brasil Antonio Claudio De Oliveira
  • Bendera Brasil Amarildo Souza
  • Bendera Brasil Ulian de Souza
  • Bendera Brasil Fábio Lopes Alcântara
  • Bendera Brasil Hilton Moreira
  • Bendera Brasil Rafael Alves Bastos
  • Bendera Chili Rodrigo Sanhueza
  • Bendera Chili Angelo Espinoza
  • Bendera Chili Claudio Lizzama
  • Bendera Chili Alejandro Tobar
  • Bendera Chili Rodrigo Lemunao
  • Bendera Chili Julio Lopez
  • Bendera Chili Christian Mollina
  • Bendera Chili Patricio Jimenez
  • Bendera Paraguay Lorenzo Cabanas
  • Bendera Paraguay Christian Martinez
  • Bendera Uruguay Osvaldo Moreno
CAF

  • Bendera Kamerun Christian Bekamenga
  • Bendera Kamerun George Clement Nyeck Nyobe
  • Bendera Kamerun Louis Berty Ayock
  • Bendera Burkina Faso Brahima Traore
  • Bendera Nigeria Ekene Ikenwa
  • Bendera Nigeria Chioma Kingsley
  • Bendera Liberia Frank Seator
  • Bendera Maroko Redouane Barkaoui
  • Bendera Kamerun Herman Abanda

UEFA

  • Bendera Polandia Maciej Dolega
  • Bendera Polandia Mariusz Mucharski
  • Bendera Polandia Piotr Orlinski
  • Bendera Polandia Pavel Bocjian
  • Bendera Rumania Leontin Chitescu
  • Bendera Montenegro Miljan Radovic
AFC

  • Bendera Singapura Aide Iskandar Sahak
  • Bendera Singapura Shahril Ishak
  • Bendera Singapura Baihakki Khaizan
  • Bendera Thailand Nipont Chanarwut
  • Bendera Thailand Pradith Taweechai
  • Bendera Thailand Suchao Nuchnum
  • Bendera Thailand Sinthaweechai Hathairattanakool
  • Bendera Jepang Satoshi Otomo
  • Bendera Jepang Shohei Matsunaga

Pelatih Asing

  • Bendera Polandia Marek Janotta
  • Bendera Polandia Marek Andrejz Sledzianowski
  • Bendera Chili Juan Antonio Paez
  • Bendera Moldova Iurie Arcan Anatolievichi
  • Bendera Perancis Daniel Darko Jankovic
  • Bendera Serbia Jovo Cuckovic