Latest Entries »

EURO 2012 Wallpapers

Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, berikut saya sampaikan beberapa kisah pemain muslim yang bermain di kompetisi elit eropa.

Seperti diketahui, banyak pula pesepak bola Muslim yang merumput di Eropa. Sebut saja di Spanyol ada Frederic Kanoute, di Italia ada Mohammed Sissoko, Sulley Muntari, sementara di Inggris ada Nicolas Anelka, Robin Van Persie, Kolo dan Yaya Toure, dan di Jerman ada Franck Ribery.

Ternyata, sebagian besar diantara mereka cukup taat menjalankan ibadah puasa sepama Ramadan dan tetap bermain bola dengan baik bagi klubnya. Inilah kisahnya yang dikutip dari berbagai sumber:

1.      Zinedine Yazid Zidane

Dia seorang mestro sepakbola yang membela klub Juventus dan Real Madrid.

Ia juga tulang punggung timnas Prancis ketika menjuarai piala dunia 1998. Ia merupakan pesepakbola muslim yang paling sukses yang pernah meraih penghargaan pemain terbaik dunia.

2.      Frank (Bilal) Ribery

Franck Ribery memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005. Sebelum masuk lapangan, ia selalu berdoa. Istrinya seorang muslimah dan memiliki dua orang putri, Hiziya dan Shahin. Ia pernah mengatakan, “Islamlah yang memberikan saya kekuatan dalam dan luar lapangan.”

Beberapa tahun ke belakang, di awal kemunculannya Ribery digadang-gadang akan bisa seperti Zinedine Zidane. Selain juga sama-sama berasal dari Prancis, keduanya juga Muslim. Zidane selama kariernya dianggap sebagai pesepak bola yang berhasil mempresentasikan seorang Muslim. Ingat insiden tandukan mautnya kepada Marco Materrazzi ketika Prancis berduel dalam final Piala Dunia 2006 di Jerman? Konon, itu karena Materrazzi menghina ibu dan saudara perempuan Zidane yang merupakan Muslimah. Ketika Zidane pensiun, Ribery diharapkan bisa meneruskan jejak Zidane.

Sekarang ia bermain di klub Jerman, Bayern Munchen dan menjadi playmaker di timnas Prancis.

3.      Eric Abidal

Sejak masuk Islam, Abidal berusaha menjadi Muslim yang taat. Kariernya di lapangan hijau kian moncer. Penggemar La Liga Spanyol pasti mengenal sosok Eric Abidal. Ia dikenal sebagai bek andal yang memperkuat FC Barcelona dan Timnas Prancis. Ia suka membaca Al Quran sebelum  bertanding.

4.      Nicolas (Bilal) Anelka

Nicolas Anelka termasuk sebagai pesepakbola papan atas dunia. Memperkuat Chelsea, dia menjadi salah satu pemain utama jika tidak sedang dibebat cedera. Anelka menganut agama Islam sajak umur 16 tahun.

5.      Robin Van Persie

Van Persie adalah pemain kelahiran negeri Kincir Angin Belanda yang berdarah Maroko. Akan tetapi, sebelumnya dia bukanlah seorang muslim. Dia mulai masuk Islam setelah menikah dengan perempuan keturunan Belanda-Maroko yang beragama islam. Ia merupakan andalan di Timnas Belanda dan saat ini bermain di Klub Inggris,Arsenal.

6.      Ibrahim Affelay

Ibrahim Afellay menjadi salah satu pemain yang dianggap berbakat dalam persepakbolaan Belanda.Ia pernah memperoleh penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Belanda tahun 2007/2008. Ibrahim Afellay terpilih sebagai “Moslim van het jaar” atau Muslim Tauladan di belanda. Affelay saat ini bermain di FC Barcelona dan andalan timnas Belanda  masa depan.

7.      Sulleyman Ali “Sulley” Muntari

Sulley Muntari merupakan muslim yang taat,dia tetap menjalankan puasa saat kompetisi seria-A berlangsung. Ada yang beda dalam selebrasi setelah dia mencetak gol ke gawang, Sulley Muntari segera sujud sebagai wujud rasa syukur; hal ini membuat banyak muslim Italia memujinya. Begitu juga ketika dia melakukan selebrasi dengan membuat huruf “C” di jarinya. Ada yang mengatakan itu inisial pacarnya, ada juga yang menyebutnya sebagai simbol bulan sabit yang identik dengan Islam. Ia merupakan pemain Inter Milan dan timnas Ghana.

8.       Mesut Oezil

Muslim di Skuad Jerman ini adalah seorang keturunan Turki-Jerman. Ia pemain berbakat di Jerman dan andalan Jerman di lini tengah. Saat ini ia bermain di Real Madrid,Spanyol.

9.       Samir Nasri

Pemain yang dijuluki The New Zidane ini tampak selalu menengadahkan tangannya sesaat sebelum pertandingan layaknya umat Muslim. Saat melaksanakan ritual itu dia memanjatkan doa dan Al-Fatihah meminta kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam bertanding.

10.   Karim Mustofa Benzema

Merupakan seorang pemain berkebangsaan Prancis keturunan Aljazair yang pernah membela Olimpique Lyon itu kini membela klub Real Madrid.Benzema saat ini merupakan ujung tombak tim nasional Prancis

11.Sami Khedira

Muslim di Skuad Jerman ini adalah warga keturunan Tunisia yang terus dipromosikan sebagai ‘pengganti peran’ kapten skuad timnas Jerman Michael Ballack yang absen karena cedera,Sami khedira pernah membawa jerman menjuarai piala eropa 2009 U-21,saat itu dia menjadi kapten.

12. Frederick (Oumar) Kanoute

Dia adalah Pemain Mali keturunan Perancis yang bermain di klub spanyol Sevilla. dia dikenal sebagai seorang muslim yang taat. Dia menolak untuk memakau Jeysey Sevilla yang disponsori 888.com sebuah situs judi online karena menanggap hal itu sebagai dosa. Dia juga membeli masjid di kawasn kota Seville dengan harga 700.000 $ setelah penyewaanya habis.

13. Kolo (Habib) Toure

Mantan Bek Arsenal yang saat ini bermain di klub Manchester City adalaha salah satu pemain sepak bola muslim. Dia dibesarkan di Pantai Gading dan bermain di klub ASEC Mimosas sebelum dia dibeli Arsenal. Dia dibesarkan di lingkungan keluarga muslim, oleh karena itu Toure sudah menjadi seorang muslim sejak dia kecil.

14. Hatem Ben Arfa

Hatem Ben Arfa merupakan pemain Timnas perancis keturunan Tunisia. Dia saat ini bermain di klub Inggris Newcastle United. Dia memiliki darah muslim dari keluarganya yang berasal dari Tunisia, karena seluruh keluarganya adalah Mulim.

15. Khalid Boulahrouz

Khalid Boulahrouz adalah pemain Timnas Belanda keturunan Maroko. Mantan pemain Chelsea ini adalah seorang pemain muslim dan dia adalah muslim sunni sama seperti orang Maroko Berber kebanyakan. Boulahrouz juga berasal dari keluarga muslim

16. Edin Dzeko
Edin Dzeko, pemain muslim Bosnia muda yang menjadi bintang di tim nasional Bosnia dan Klub Manchester City. Edin Dzeko yang diprediksi banyak orang akan mirip dengan Andriy Shevchenko, prestasi karirnya menanjak terlebih dengan masuknya dia ke klub kaya Manchester City.
Edin Dzeko, yang merupakan muslim bosnia asli, mengalami masa sulit ketika berumur 6 tahun. Saat itu dia tumbuh ketika perang di Bosnia berkecamuk. Dzeko harus berpindah tempat tinggal setelah rumahnya hancur dibom pasukan Serbia.

Dzeko yang kahir ada tahun 1986, sudah aktif bersepakbola ketika remaja, dimulai dengan bermain sebagai pemain tengah, dan kemudian menjadi striker. Dia terpilih di pasukan bawah 19 tahun Bosnia, kemudian bawah 21 tahun. Dzeko kemudian terpilih menjadi anggota timnas Bosnia dan memperoleh dua kali gelar pemain terbaik di negaranya yaitu pada tahun 2009 dan 2010.

17. Marouane Chamakh

Barangkali kata Marouane pada nama Marouane Chamakh dalam bahasa Indonesia akan ditulis dengan “Marwan”. Chamakh yang asal Maroko ini dibeli Arsenal pada musim panas lalu. Ia menjadi salah satu dari beberapa pemain muslim di Arsenal. Di antaranya Bacary Sagna, Samir Nasri, dan Abou Diaby.

Sempat tampil apik di awal musim, Chamakh seperti kehilangan sentuhan dalam sisa pertandingan di Premier League. Dari total 43 kali tampil (26 sebagai starter), Chamakh hanya mencetak 11 gol, kalah dari rekan satu timnya, Samil Nasri yang seorang gelandang (15 gol)

18. Yaya Toure

Adik dari pemain sepak bola Kolo Toure. Mantan Pemain Barcelona yang kini berkostum Manchester City. Sama seperti kakaknya dia lagir di Pantai gading dan Yaya adalah seorang Muslim

19. Nuri Sahin 

Nuri Kâzım Şahin (lahir 5 September 1988 di Lüdenscheid, Germany) adalah pemain sepak bola kebangsaan Turki kelahiran Jerman yang bermain bagi timnas Turki dan Real Madrid. Pada 9 Mei 2011, Borussia Dortmund sepakat untuk mentransfer Sahin ke Madrid dengan nilai 10 Euro untuk kontrak 6 tahun.

20. Hamit Altintop 

Pemain yang memperkuat Real Madrid ini berdarah Turki namun lahir di Jerman lahir 8 Desember 1982 di Gelsenkirchen. Dia mempunyai saudara kembar yang sama-sama pemain sepakbola profesional yang bernama Halil Altintop. Bedanya, jika Halil murni sebagai striker, sedangkan Hamit dikenal sebagai gelandang subur, dan bisa bermain sebagai bek maupun lini depan, dia juga memiliki tendangan jarak jauh yang luar biasa.

detikSport

Chelsea menjadi klub besar dan kaya raya setelah dibeli konglomerat Rusia Roman Abramovic di tahun 2003. Sejak itu klub London tersebut tak pernah berhenti membeli pemain-pemain papan atas.

Saat ini angka tertinggi dalam sejarah pembelian Chelsea adalah 50 juta poundsterling, atas nama Fernando Torres. Berikut ini 10 pemain termahal yang pernah diboyong ke Stamford Bridge:

1. Ricardo Carvalho (20,1 juta poundsterling)

Dia adalah salah satu dari sejumlah pemain Portugal yang direkrut pelatih Jose Mourinho sewaktu pertama kali menukangi Chelsea di musim panas 2004, setelah ia mengantarkan FC Porto sebagai juara Liga Champions.

Carvalho dibeli Chelsea seharga 20,1 juta pounds, bertahan selama enam musim di London. Ia dikenal sebagai salah satu pemain yang paling dipercaya Mourinho, karena kembali dibawa The Special One saat pindah ke Real Madrid di tahun 2010.

2. Shaun Wright-Phillips (21 juta poundsterling)

Anak angkat penyerang top Inggris di era 80 dan 90-an, Ian Wright, ini sempat digadang-gadang akan menjadi bintang Inggris, antara lain berkat kecepatan larinya yang luar biasa, kemampuan dribel-nya yang sangat baik, dan pemberi peluang buat rekan-rekannya.

Setelah membuka karier profesionalnya di Manchester City, dan sempat menyatakan takkan pernah meninggalkan City, Wright-Phillips akhirnya pindah ke Chelsea di tahun 2005, dengan ongkos angkut 21 juta poundsterling.

Akan tetapi permainan terbaiknya tidak muncul. Dikontrak untuk lima tahun, Wright-Phillips hanya bertahan tiga musim di Bridge, lebih sering bermain sebagai pemain pengganti, sebelum akhirnya kembali ke City di tahun 2008, dengan harga 8,5 juta pounds. Sejak tahun lalu ia bermain di Queens Park Rangers.

3. David Luiz (21 juta poundsterling)

Setelah empat tahun mengasah kariernya di Eropa bersama klub Portugal, Benfica, David Luiz memikat hati Chelsea yang kemudian membelinya pada akhir Januari 2011 seharga 21 juta poundsterling.

Pembelian mahal Chelsea itu sepertinya tidak sia-sia karena permainan Luiz dinilai sangat baik, dan kini menjadi duet utama kapten John Terry di sentral pertahanan. Sayangnya, di musim lalu pemain berpaspor Brasil itu sering cedera sehingga hanya tampil di 20 pertandingan Liga Inggris.

4. Juan Mata (23,5 juta poundsterling)

Juan Mata menjadi “pahlawan” buat Valencia yang kala itu kesulitan keuangan. Tak ada pilihan lain buat Valencia kecuali melepas pemain handalnya itu ketika Chelsea meminangnya seharga 23,5 poundsterling pada musim panas 2011.

Mata menjawab pilihan Chelsea pada dirinya dengan sangat baik. Ia tampil cemerlang, menjadi salah satu kunci sukses timnya meraih Piala FA dan titel Liga Champions musim lalu.

Total Mata terlibat dalam 53 pertandingan Chelsea di semua kompetisi dengan donasi 12 gol plus 26 assist. Ia pun didapuk sebagai pemain terbaik Chelsea di musim 2011/2012.

5. Didier Drogba (24 juta poundsterling)

Salah satu pemain paling berharga di era Roman Abramovich karena selalu menjadi penyerang nomor satu di Chelsea. Harga 24 juta poundsterling untuk mengangkutnya dari Marseille dianggap “tidak ada apa-apanya” dibanding kontribusi dia selama delapan musim.

Drogba sudah dipastikan sebagai salah satu pemain legendaris Chelsea karena ketajaman dan prestasinya. Dari total 341 pertandingan, ia membukukan 157 gol. Jumlah trofi yang ia koleksi banyak: tiga Premier League, empat Piala FA, dua Piala Liga Inggris, dan satu Liga Champions.

Sederet penghargaan individual yang pernah disabet Drogba di antaranya pemain terbaik Chelsea pilihan rekan-rekannya (2007), top skor Piala UEFA (2004), top skorer Liga Inggris (2007, 2010), dan pemain terbaik Chelsea tahun 2010.

6. Michael Essien (24,5 juta poundsterling)

Lyon membeli Essien dari Bastian seharga 7,8 juta euro dan untung besar karena berhasil menjual gelandang tengah Ghana itu ke Chelsea seharga 24,5 juta poundsterling di musim panas 2005. Kala itu angkat tersebut menjadi rekor buat Chelsea, mematahkan transfer Didier Drogba setahun sebelumnya seharga 24 juta pounds dari Marseille.

Selama tujuh tahun berseragam “Si Biru”, Essien membayar harga mahalnya itu dengan performa yang sangat baik dan konsisten. Buktinya, ia masih dipertahankan Chelsea sampai saat ini. Hanya saja ia kerap mengalami cedera.

7. Oscar (25 juta poundsterling)

Chelsea sangat yakin bahwa pemain bernama lengkap Oscar dos Santos Emboaba Junior ini akan menjadi pemain hebat. Itu sebabnya mereka berani membayar sangat mahal, 25 juta pounds, untuk memboyong gelandang serang Brasil itu dari klub Internacional.

Dalam usianya yang masih 20 tahun, Oscar pun menjadi pemain termahal yang paling muda yang pernah dibeli Chelsea. Waktu akan menjawab, apakah dia akan sukses di klub Eropa pertamanya ini.

8. Andriy Shevchenko (30,8 juta poundsterling)

Pada 28 Mei 2006, Shevchenko hijrah dari AC Milan ke Chelsea dengan harga 30,8 juta poundsterling, mematahkan rekor transfer Michael Essien di tahun sebelumnya, sekaligus mencatat rekor baru dalam sejarah transfer sebuah klub Inggris.

Mengenakan kostum bernomor 7, bomber legendaris Ukraina itu langsung mencetak gol dalam debutnya, saat Chelsea kalah 1-2 dari Liverpool di ajang Community Shield pada 13 Agustus 2006. Sepuluh hari kemudian, ia mencetak gol perdananya di Premier League.

Seiring waktu berjalan, ketajaman Shevchenko menurun. Ia dianggap kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya di London, dan hanya mencetak sembilan gol dalam dua musim di liga. Ia akhirnya dipinjamkan ke Milan. Semusim kemudian ia balik ke Stamford Bridge, dan juga tidak sukses.

9. Eden Hazard (32 juta poundsterling)

Di musim panas ini Chelsea harus bersaing dengan Manchester United yang juga kesemsem dengan gelandang serang internasional Belgia itu. Hazard memilih The Blues, yang bermodalkan 32 juta pounds untuk mengeluarkannya dari klub Prancis, Lille.

Dalam usia yang masih muda (21 tahun), Hazard tampil sangat impresif terutama di musim lalu ketika ia mencetak 20 gol plus 15 assist dalam 38 pertandingan Ligue 1, sehingga terpilih sebagai pemain terbaik liga di musim itu.

10. Fernando Torres (50 juta poundsterling)

Tak cuma Chelsea, Fernando Torres pun saat ini memegang rekor sebagai pemain termahal dalam sejarah Liga Inggris, Chelsea membelinya seharga 50 juta poundsterling dari Liverpool di bulan Januari 2011.

Sayangnya, selama satu setengah musim Torres mandul, dan kerap diolok-olok karena ketajamannya tak kunjung muncul. Total, dari 67 pertandingan di semua musim Torres hanya mendulang 12 gol.

Meski demikian ia punya jasa sangat besar di musim lalu, terutama saat mencetak gol di leg kedua babak semifinal Liga Champions melawan Barcelona, yang membuat Chelsea lolos ke semifinal — dan kemudian jadi juara.

EURO 2012 Victory

Liverpool Song

Pendukung The Red, Liverpool , pasti tahu hymne/ lagu kebangsaannya pendukung liverpool (the Kop) yang judulnya you’ll never walk alone..
Lagu ini pasti dinyanyikan oleh pendukung setia the Kop, di anfield atau di mana saja mereka berada pada saat mendukung liverpool bertanding..
lagu ini Diciptakan dua orang musisi Amerika Serikat untuk pementasan opera di Broadway, Carousel, pada 1945. Mereka adalah pemusik Richard Rodgers dan pencipta lirik Oscar Hammerstein II. Pada 5 Oktober 1965, grup band asal Liverpool, Gerry & The Pacemakers, melansir albumnya yang salah satu lagunya berisi You’ll Never Walk Alone.
Sebagian sejarah menyebut, gara-gara Gerry & The Pacemakers, suporter Liverpool lantas kerap menyanyikannya. Tapi sebagian kesaksian menyebutkan The Kop sudah sering melagukannya beberapa pekan sebelum launching album band itu.
Sampai sekarang suporter Liverpool masih bertengkar dengan pendukung Glasgow Celtic, Skotlandia, soal siapa yang lebih berhak “memiliki” anthem tersebut. Pasalnya, para pendukung Celtic juga mengklaim sebagai suporter pertama yang menjadikannya sebagai lagu kebangsaan.
Satu yang tak bisa dipungkiri, pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, Liverpool adalah garda depan soal urusan musik. Dipimpin The Beatles, yang semua anggotanya tak ada yang suka sepak bola, Kota Liverpool dikenal banyak menghasilkan band dan musisi dunia. Inilah gelombang Merseybeat–lagu dari Merseyside. Aksen orang-orang Liverpool, scouser, berbeda dengan aksen Inggris kebanyakan.
Penjelasan itu mungkin bisa menerangkan bila You’ll Never Walk Alone ala Gerry & The Pacemakers turut mendunia bersamaan dengan gelombang Merseybeat. Ipswich Town juga mengklaim lagu itu sebagai miliknya.
Banyak klub luar Inggris juga menyanyikannya: CSKA Sofia (Bulgaria); Rapid Vienna (Austria); Dinamo Zagreb (Kroasia); Ajax dan Twente (Belanda); Dortmund, Schalke, Bremen, St Pauli, Aachen, Mainz 05, dan Kaiserslautern (Jerman); AEK Athens (Yunani); FC Tokyo (Jepang); serta Brugge, Antwerp, dan Mechelen (Belgia).
Entah siapa yang sebenarnya lebih berhak
ini dia liriknya …
You’ll Never Walk Alone

Nettie
When you walk through a storm
Keep your chin up high
And don’t be afraid of the dark.
At he end of the storm
Is a golden sky
And the sweet silver song of a lark.

Walk on through the wind,
Walk on through the rain,
Tho’ your dreams be tossed and blown.Walk on, walk on
With hope in your heart
And you’ll never walk alone,
You’ll never walk alone.

Salam buat liverpudlian..

 

1.Diego Maradona (Argentina)

Kebengalannya tidak lantas membuat orang menutup mata atas bakat yang dimilikinya. Pada 2000 ia berbagi mahkota Pemain Terbaik Abad Ini versi FIFA bersama Pele, setelah sebelumnya menduduki tempat teratas pada polling online FIFA tentang Pemain Terbaik Abad ke-20. Meski “Gol Tangan Tuhan”-nya banyak menimbulkan kontroversi, siapa yang mampu melupakan gol-nya yang ditembakkan dari jarak 60 meter melawan Inggris di perempat-final Piala Dunia 1986? Bahkan Platini pernah berkata, “Apa yang bisa dilakukan oleh Zidane dengan bola, Maradona (foto) mampu melakukannya dengan sebuah jeruk.”
2.Pele (Brasil)

Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pelé (lahir 23 Oktober 1940; umur 68 tahun) adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet.

Dia lahir di Três Corações, Minas Gerais, Brasil.

3.Johan Cruyff (Belanda)

Cruyff adalah pemegang gelar Pemain Terbaik Eropa tiga kali, rekor yang dibaginya bersama Platini dan Marco van Basten. Pada 1999, ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa Abad Ini versi IFFHS, dan hanya kalah oleh Pele di kategori Pemain Terbaik Dunia Abad ini. Selain dikenal karena sebagai penganut Total Football nomor satu, ia merupakan pemain yang sangat tenang menghadapi saat-saat sulit.

4.Michel Platini (Prancis)

Dunia mengenalnya sebagai salah satu spesialis tendangan bebas terbaik sepanjang sejarah, selain juga pengumpan yang handal. Di negara asalnya, tak diragukan lagi, ia adalah gelandang terbaik Prancis. Sepak terjangnya di lapangan hijau bahkan mampu membuat Zidane terlihat kecil. Dan itulah yang dikatakan Zidane tentang bintang pujaannya, “Saat saya kecil, saya selalu memilih untuk bermain sebagai Platini bersama teman-teman.”

5.Zico (Brasil)

Di mata Pele, Zico adalah pemain yang bisa disejajarkan dengan dirinya. Tak heran jika ia dijuluki “Pele Putih”. Meski dikaruniai bakat yang luar biasa dan sering diakui sebagai pemain terbaik dunia pada awal 80-an, ia tidak pernah memenangkan Piala Dunia. Padahal, ia mencetak 66 gol dari 88 pertandingan untuk Brasil, dan tampil di Piala Dunia empat kali, yaitu pada 1978, 1982 dan 1986 World Cups, dengan tim 1982 banyak diakui sebagai yang paling hebat dalam sejarah Brasil, selain tim 1970.

6.Roberto Baggio

Siapa yang tak mengenal Il Codino? Ia adalah pemain paling populer sepanjang 1990-an dan awal 2000, dan hingga kini merupakan satu-satunya pemain Italia yang mampu mencetak gol pada tiga Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1994, ia berkali-kali menjadi juru selamat Italia, dan membuka jalan ke final. Sayang tendangan penaltinya yang melenceng di final membuat Italia gagal menjadi juara untuk yang keempat kalinya.

7.Ruud Gullit (Belanda)

Peraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA 1987 dan 1989, ia mampu bermain di berbagai posisi. Ia turut bermain dalam pasukan Belanda yang memenangkan Euro 1988, sekaligus Piala Dunia 1990. Kedatangannya di Milan mampu mengangkat klubnya untuk memenangkan mahkota Serie A Italia untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.

8.Zinedine Zidane (Prancis)

Inilah salah satu dari dua pemegang gelar Pemain Terbaik Dunia tiga kali, disamping Ronaldo. Pada penampilan debutnya bersama Prancis, ia mencetak dua gol ke gawang Republik Ceko pada 1994. Namun, baru empat tahun kemudian ia menjadi legenda hidup dengan dua gol di final versus Brasil. Pada 2001, ia diboyong oleh Real Madrid dengan rekor transfer termahal senilai €76 juta.

9.Kaka (Brasil)

Pele pernah berujar, Kaka adalah pemain terbaik di dunia. Tahun lalu ia meraih Bola Emas, dan FIFA-pun tak ragu-ragu menganugerahkan gelar Pemain Terbaik Dunia kepadanya. Selasa lalu, (14/10), jejak kakinya diabadikan di sebelah Zico si stadion terbesar Brasil, Maracana. Mungkin kekurangannya hanyalah karena ia belum pernah memenangkan Scudetto bersama Milan.

10.Cristiano Ronaldo (Portugal)

Banyak dikecam karena kelakuannya di luar lapangan, tahun ini ia justru berada di puncak ketenaran. Setelah mencetak 42 gol dalam 49 pertandingan, rasanya pantas saja jika ia dijagokan menjadi penerima Bola Emas tahun ini. Tak kurang dari Johan Cruyff juga mendukungnya. Katanya, “Ronaldo lebih baik dari George Best dan Denis Law, padahal keduanya merupakan pemain terhebat dalam sejarah United.”